Pertukaran Mahasiswa Merdeka 2 Dibuka Lagi, Kuotanya 16 Ribu Orang

Nasional | jawapos | Jumat, 13 Mei 2022 - 08:35
Pertukaran Mahasiswa Merdeka 2 Dibuka Lagi, Kuotanya 16 Ribu Orang

JawaPos.com Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Diktiristek) kembali menyelenggarakan program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) angkatan kedua. Berbeda dari tahun sebelumnya, PMM kali ini diselenggarakan secara luring sehingga mahasiswa dapat merasakan keterlibatan dan pengalaman yang lebih nyata.

Menjadi sangat penting, selama satu semester saya harap kegiatan ini bisa terselenggara secara luring dan ini menjadi kali pertama agar para peserta merasakan hidup di tengah lingkungan baru, membangun persahabatan dan berinteraksi secara intens dengan mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan dari berbagai pulau, kata Plt Dirjen Diktiristek, Nizam kepada wartawan, Jumat (13/5).

Nizam berharap program PMM bisa memberikan pengalaman, dan mempererat hubungan antar mahasiswa lintas kampus. Mahasiswa yang dilahirkan pun diharapkan bisa menjadi pemimpin bangsa.

Guna menyiapkan mahasiswa sebagai pemimpin bangsa masa depan yang andal serta memahami dinamika keragaman budaya, suku, dan agama sebagai satu potensi bangsa yang sangat besar sebagai modal utama dalam mewujudkan Indonesia emas yang kita cita-citakan bersama, imbuhnya.

Sementara itu, Ketua PMM 2, Rachmawan Budiarto menambahkan, tahun ini akan ada 16 ribu mahasiswa yang mengikuti program PMM secara luring. Mereka bisa memilih satu dari 194 perguruan tinggi selama kuota masih tersedia. Mahasiswa dapat memilih mata kuliah maupun program studi yang sama atau berbeda.

Total ada 25 kali kegiatan dalam satu semester yang mencakup seluruh komponen kegiatan yang merujuk pada Modul Nusantara, ujar Rachmawan.

Rachmawan menjelaskan, pihaknya mendorong mahasiswa untuk mengambil 20 SKS di perguruan tinggi penerima. Dengan komposisi, empat SKS di antaranya Modul Nusantara dan 16 SKS adalah mata kuliah yang diambil pada perguruan tinggi penerima. Alternatif lain yaitu mahasiswa mengambil enam SKS pada perguruan tinggi pengirim dan 14 SKS sisanya diambil pada perguruan tinggi penerima.

Nanti kalian akan bekerja sama dengan pengelola di perguruan tinggi pengirim dan penerima dalam hal keberangkatan, kepulangan, aktivitas pembelajaran, maupun hal teknis apapun, termasuk pengakuan kredit, pungkasnya.

Artikel Asli