Loading...
Loading…
Waspadai Potensi Krisis Dunia Dana Sektor Pertanian Naik, Produksi Pangan Meningkat

Waspadai Potensi Krisis Dunia Dana Sektor Pertanian Naik, Produksi Pangan Meningkat

Nasional | rm.id | Jumat, 13 Mei 2022 - 07:50

Anggota Komisi IV DPR Andi Akmal Pasluddin mengingatkan Pemerintah terus menjaga proses produksi pangan di tengah dunia yang bergejolak. Termasuk, mewaspadai wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak.

Politisi Fraksi PKS ini bilang, produksi pangan dalam negeri termasuk energi juga dipengaruhi situasi perubahan iklim yang mulai terjadi. Dan juga perang antara Rusia dan Ukraina yang belum kunjung reda.

Untuk itu, dia meminta Pemerintah harus mulai memikirkan peningkatan pendanaan sektor pertanian yang berorientasi peningkatan produksi yang maksimal. Sebab, selama ini APBN pertanian sudah berkurang drastis sejak tahun 2020 sampai saat ini.

Jadi, untuk perencanaan tahun 2023 mesti ada peningkatan anggaran pertanian yang ditunjukkan pada pengembalian APBN Kementan seperti tahun 2015, ucap Andi.

Dia lalu mengapresiasi kinerja Kementerian Pertanian (Kementan) yang mampu menjaga produksi pangan di tengah ancaman pangan dan energi global saat ini. Kementan tetap mampu memacu produktivitas pertanian, kendati anggaran pertanian justru mengalami penurunan.

Bahkan, sektor pertanian menjadi kunci penting dalam mengendalikan inflasi karena sangat kokoh dalam mempertahankan ekonomi negara yang sedang terpuruk, kata Andi, kemarin.

Baca Juga :
Pataka: Waspadai Potensi Kekurangan Produksi, Dampak Perubahan Kebijakan Pupuk

Sementara, pengajar IPB Denny W Lukman mengatakan, PMK bisa dikendalikan secara terukur dan tidak berbahaya bagi kesehatan manusia. Berdasarkan jurnal, PMK kali pertama ditemukan 125 tahun yang lalu dan sudah cukup banyak laporan dan kajian ilmiah tentang virus PMK.

Denny mengatakan, yang jadi masalah saat ini adalah perilaku manusia yang sering kali melakukan praktik jual beli tidak sehat, alias menjual hewan dalam kondisi sakit. Ada juga penjual yang panik dan menurunkan nilai jual, sehingga membuat masyarakat ikut panik. Itu semua perilaku yang harus diperbaiki, katanya.

Denny mengapresiasi upaya Kementan yang telah bergerak cepat melakukan pengendalian PMK. Salah satunya, mengeluarkan surat edaran dan permintaan bagi setiap kepala daerah untuk mengatur lalu lintas ternak dan melaksanakan tindakan pengendalian dan penanggulangan PMK.

Saya salut Kementan gercep dalam hal ini (penanganan PMK). Semua prosedur baik yang tertulis maupun teknis sudah dibuat oleh Kementan. Bahkan upaya pembuatan vaksin hewan terus dikebut. Saya kira ini langkah yang bagus sekali dari jajaran Kementan, ujarnya.

Baca Juga :
Yeka Hendra Fatika: Waspadai Potensi Kekurangan Produksi Beras Akibat Penurunan Luas Lahan Dan Kebijakan Pupuk

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo memastikan, penanganan PMK terus dilakukan maksimal. Di antaranya, mendistribusikan obat, penyuntikan vitamin, pemberian antibiotik, dan penguatan imun. Kementan juga terus bekerja melakukan riset dan uji lab untuk menemukan vaksin dalam negeri. [KAL]

Original Source

Topik Menarik