Polisi Bongkar Makam Ngatiman

Nasional | radarjogja | Jumat, 13 Mei 2022 - 07:45
Polisi Bongkar Makam Ngatiman

RADAR JOGJA Kepolisian Resor (Polres) Kulonprogo dibantu Tim Forensik RS Bhayangkara Kepolisian Daerah (Polda) Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) dan Inafis Polda DIJ membongkar makam Ngatiman alias Proyo, 39, warga Pedukuhan Tangkisan II, Kalurahan Hargomulyo, Kapanewon Kokap, kemarin (12/5). Pembongkaran dilakukan untuk keperluan autopsi jasad Ngatiman yang diduga kuat menjadi korban penganiayaan.

Total ada 19 personel yang diterjunkan dalam pelaksanaan autopsy ini. Mereka mengangkat kembali jasad Ngatiman yang dimakamkan genap delapan hari di Pemakaman Ngede, Pedukuhan Tangkisan III. Autopsi ini diperlukan untuk menguatkan fakta penyebab kematian Ngatiman.

Proses pembongkaran juga disaksikan pihak keluarga dan dibantu warga setempat yang telah mengantongi izin keluarga. Tidak hanya sebatas pengakuan saksi, kami juga butuh bukti ilmiah untuk memastikan penyebab kematian korban, autopsi kami di backup Inafis Polda DIJ dan RS Bhayangkara Polda DIJ, ucap Kapolres Kulonprogo AKBP Muharomah Fajarini yang ikut datang langsung ke Pemakaman Ngede.

Menurutnya, ketika hasil autopsi keluar, akan memudahkan pihak kepolisian dalam mengungkap secara pasti penyebab kematian korban. Secara teknis proses autopsi memakan waktu dua hingga tiga jam. Setelah hasil keluar, kepolisian akan segera memberikan keterangan resmi terkait apa saja yang ditemukan pada jasad Ngatiman.
Kita tunggu, meskipun sudah ada pengakuan dan kesaksian dari pelaku serta keterangan dari sejumlah saki, kami butuh mencocokan antara keterangan dan lapangan dalam BAP, ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Ngatiman ditemukan meninggal dunia Rabu (4/5). Belakangan diketahui, korban sempat terlibat cekcok berujung perkelahian dengan pelaku SR, 45, warga Pedukuhan Kaligondang, Kalurahan Temon Kulon, Kapanewon Temon. Cekcok terjadi karena korban terbakar api cemburu setelah mendapati SR berduaan mesra dengan istrinya, yakni TS, 39, di belakang rumahnya tepat di hari kejadian.

Istri Ngatiman dan SR diam-diam ternyata menjalin hubungan gelap selama tiga bulan terakhir. Setelah menerima bogem mentah dan tendangan, kepala Ngatiman juga membentur batang pohon kelapa. Ngatiman yang tergeletak tidak sadarkan diri, ditinggal begitu saja oleh SR. SR berhasil ditangkap polisi Minggu (8/5) lalu dan kini sudah menghuni sel tahanan Mapolres Kulonprogo. (tom/din)

Artikel Asli