Loading...
Loading…
Jokowi Tak Disambut Pejabat Top Amerika Retno Kasih Pengertian

Jokowi Tak Disambut Pejabat Top Amerika Retno Kasih Pengertian

Nasional | rm.id | Jumat, 13 Mei 2022 - 06:29

Kedatangan Presiden Jokowi ke Amerika Serikat (AS) yang tak disambut pejabat Negeri Paman Sam menjadi sorotan warganet di Tanah Air. Menanggapi hal tersebut, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi kasih pengertian sejelas-jelasnya.

Jokowi mendarat diPangkalan Militer Andrews, Washington DC pada Selasa (10/5) pukul 21.40. Dilihat dari tayangan di kanal YouTube Sekretariat Presiden, sambutan untuk Jokowi memang biasa saja.

Ia disambut karpet merah di bawah tangga pesawat dan protokoler militer yang membawa dua bendera: Merah Putih dan Bintang Garis. Tak ada pejabat top AS yang ikut menyambut di bandara. Pejabat yang menyambut Jokowi hanya Penasihat Khusus untuk Kepala Protokol AS, Asel Roberts.

Selain Roberts, Duta Besar RI untuk Amerika Serikat Rosan Roeslani ikut menyambut Jokowi.

Di Tanah Air, ketidakhadiran pejabat top AS yang menyambut Jokowi itu, jadi gunjingan warganet. Mereka menduga macam-macam. Mulai dari tuan rumah tak punya etika, sampai rombongan tak dianggap.

Salah satu selebtwit yang ikut menggorengisu ini adalah eks Sekretaris BUMN Said Didu. Menurut dia, ada tiga kemungkinan kenapa Jokowi tak disambut pejabat top AS. Kata dia, mungkin Jokowi tak mau merepotkan, atau pejabat AS tak mau bicara di bandara. "Atau pejabat AS tak mau mendahului penyambutan Elon Musk," tulis Didu di akun twitternya, kemarin.

Baca Juga :
Terima Menlu AS Mike Pompeo di Istana Bogor, Jokowi : Penting untuk Kemitraan Strategis

Mantan anggota Komnas HAM, Natalius Pigai juga ikut menyinggung soal tidak adanya pejabat penting AS yang menyambut Jokowi.

Itu potret kita di mata dunia saat ini karena dukung Rusia. Datang seperti seorang menteri yang berwisata, cuit Pigai di akun Twitternya @NataliusPigai2, sambil memention @jokowi.

Menanggapi berbagai gunjingan itu, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyampaikan klarifikasi. Kata dia,tidak adanya pejabat tinggi AS yang menyambut Jokowi karena ini bukan kunjungan bilateral, tapi untuk menghadiri ASEAN-US Special Summit.

Menurut Retno, hal ini juga berlaku saat Perdana Menteri Malaysia Ismail Sabri Yaakob tiba di AS, kemudian Perdana Menteri Kamboja Hun Sen dan Perdana Menteri Vietnam Phm Minh Chnh. Mereka dijemput oleh pejabat yang sama, yaitu Asel Roberts.

"SementaraSingapura, Laos dijemput oleh Deputy Chief of Protocol, Marcus Switzer," tambah Retno.

Juru bicara Kemterian Luar Negeri (Kemenlu), Teuku Faizasyahjuga menyayangkan, sorotan warganet yang mengambil kesimpulantanpa paham situasi sebenarnya. Kata dia, kunjungan Jokowi bukan kunjungan bilateral.

Baca Juga :
Rocky Gerung Sebut Menlu Retno Memalukan Bangsa dan Harus Dipecat

Kata dia, dalam protokoler, kunjungan pejabat bukan bilateral seperti menghadiri konferensi dan pertemuan, memang tidak ada penyambutan khusus dari negara tuan rumah. Meski begitu, tamu negara tetap mendapat pengamanan sebagaimana mestinya.

Meski begitu, klarifikasi dari Retno dan Kemenlu tak meredakan gunjingan. Masih ada warganet yang mengaitkan penyambutan ini dengan soal harga diri negara. "Indonesia disegani. Karena itu Presiden AS Joe Biden sampai dengan menyambut Jokowi," ujar @bmasroni.

Menurut akun @ndalem4, Indonesia nanti bisa melakukan hal yang sama saat acara KTT G20. "Di forum G20 nanti, tidak usah ada penjemputan bagi pemimpin negara G20, biar irit biaya. Bukan pertemuan bilateral ini," ujarnya.

Pendiri Drone Emprit,Ismail Fahmi ikut geleng-geleng kepala melihat kelakuan netizen. Kata dia, sebelumnya soal kaus. Sekarang soal menjemput. Yang dipersoalkan pun sama, yaitu soal harga diri.

"Saya kira harga diri tidak bisa diukur dari kaos dan jemputan, tapi dari...(silakan isi titik-titik ini)," cuit @ismailfahmi, mengajak followernya berpikir.

Mantan komisaris Garuda Indonesia,Peter Gontha ikutan membela. Kata dia, isu Jokowi tidak disambut hanya ingin mendiskreditkan Jokowi. Kata dia, seorang kepala negara tidak perlu disambut petinggi negara, cukup utusan wakil protokoler negara. Dia kasih contoh, Jokowi pun tidak pernah menjemput kepala negara lain, cukup Protokol Negara.

"Jadi seakan-akan Presiden Jokowi dimusuhi Amerika Serikat! Hanya haters aja yang mau bikin isu ini," tulis Peter, di akun Instagram miliknya.

Agenda Jokowi Di AS

Sementara itu, Jokowi mengikuti agenda kunjungan kerja sejak Rabu (11/5) hingga Jumat (13/5). Bersama pemimpin ASEAN lainnya, Jokowi akan berpartisipasi dalam rangkaian pertemuan KTT Khusus ASEAN-AS atau ASEAN-US Special Summit (AUSS) selama dua hari.

Rangkaian pertemuan tersebut antara lain, pertemuan dengan anggota Kongres, pertemuan dengan para CEO besar Amerika, pertemuan dengan Wapres AS Kamala Harris dan Tim Perubahan Iklim AS, dan pertemuan Tingkat Tinggi Pemimpin ASEAN dan Presiden Biden.

Baca Juga :
Terima Menlu Pompeo, Jokowi Sebut Saling Kunjung Pejabat AS-Indonesia Paling Intensif

Jokowi menuturkan, saat ini Indonesia memegang koordinator kemitraan ASEAN-AS periode 2021-2024. Indonesia berharap, KTT Khusus ini akan menghasilkan kerja sama yang dapat berkontribusi bagi perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran di kawasan.

Jokowi juga menegaskan bahwa dengan ASEAN Outlook on the Indo-Pacific , ASEAN siap bersinergi dengan seluruh negara mitra ASEAN, termasuk Amerika Serikat, dalam mengembangkan kerja sama konkret yang inklusif dan saling menguntungkan.

Jokowi dan delegasi direncanakan akan kembali ke Jakarta segera setelah rangkaian pertemuan selesai pada tanggal 13 Mei malam. Presiden dijadwalkan tiba di Tanah Air, Minggu (15/5). [ BCG ]

Original Source

Topik Menarik