Loading...
Loading…
KPK Terima Cicilan Pengembalian Kerugian Negara Korupsi Pembangunan Gedung IPDN

KPK Terima Cicilan Pengembalian Kerugian Negara Korupsi Pembangunan Gedung IPDN

Nasional | inewsid | Jumat, 13 Mei 2022 - 01:44

JAKARTA, iNews.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menerima cicilan pengembalian kerugian keuangan negara atas proyek pembangunan gedung Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Cicilan itu diterima dari tiga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

KPK menerima cicilan pengembalian kerugian dari ketiga BUMN berdasarkan proyek pembangunan gedung di lokasi yang berbeda-beda.

Pelaksana tugas juru bicara bidang penindakan KPK, Ali Fikri mengatakan, KPK mengapresiasi bentuk cicilan pengembalian kerugian negara dari ketiga BUMN. Untuk itu, Ali menegaskan, KPK tetap menanti pelunasan utang kerugian negara hasil tindak pidana korupsi tersebut.

"KPK mengapresiasi sikap kooperatif dari pihak BUMN tersebut yang secara bertahap melakukan pembayaran kerugian keuangan negara. Saat ini KPK masih menunggu pelunasan pembayaran atas kerugian keuangan negara dimaksud," ujar Ali dalam keterangannya, Kamis (12/5/2022).

Adapun bentuk pengembalian tersebut yakni penyetoran oleh PT Hutama Karya melalui rekening penampungan KPK sejumlah Rp10 Miliar.

Penyetoran tersebut guna menutupi nilai kerugian keuangan negara sekitar sebesar Rp34,8 Miliar dan Rp22,1 Miliar terkait proyek pembangunan gedung IPDN diwilayah Agam, Sumatera Barat dan Rokan Hilir Riau.

Baca Juga :
KPK Terima Pengembalian Uang Rp 22,1 Miliar Dari Kasus Korupsi Pembangunan Kampus IPDN

Kemudian PT Waskita Karya menyetorkan cicilan kerugian negara sebesar Rp27,2 Miliar atas pembangunan gedung IPDN di Gowa, Sulawesi Selatan. PT Waskita Karya menyicil sejumlah Rp7 Miliar melalui rekening penampungan KPK.

Terakhir, KPK menerima setoran cicilan kerugian negara yang dilakukan oleh PT Adhi Karya untuk proyek pembangunan gedung IPDN di Minahasa, Sulawesi Utara. PT Adhi Karya menyicil kerugian negara dengan total Rp19,7 Miliar dengan dicicil melalui rekening penampungan KPK sejumlah Rp5 Miliar.

Original Source

Topik Menarik