Loading...
Loading…
Indonesia Kini Sudah Menuju Endemi Covid-19

Indonesia Kini Sudah Menuju Endemi Covid-19

Nasional | koran-jakarta.com | Jumat, 13 Mei 2022 - 00:06

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy menyatakan Indonesia sudah menuju endemi secara de facto atau berdasarkan fakta yang ada. Hal tersebut didasarkan pada beberapa indikator dan data yang ada.

"Dilihat dari beberapa indikator itu kita sebetulnya de facto sudah menuju ke endemi," ujar Muhadjir setelah rapat di kantor Wakil Presiden, Kamis (12/5). Muhadjir menerangkan, transisi pandemi ke endemi ini dipertaruhkan setelah libur lebaran Idul Fitri. Apabila pasca Idul Fitri tidak ada tambahan kasus yang signifikan, maka menurutnya, Covid-19 di Indonesia akan segera menjadi endemi.

Dia mengingatkan, kasus meninggal dan penularan masih terjadi. Di sisi lain, meskipun kasus Covid-19 sudah semakin membaik, masyarakat harus tetap waspada dan berhati-hati.

"Taruhannya setelah libur tahunan ini. Kalau nanti setelah Idul Fitri, dua minggu atau tiga minggu nanti tidak ada kenaikan kasus. Maka kita optimis segera transisi ke endemi," katanya.

Lebih lanjut, Muhadjir menyebut, beberapa indikator penentu transisi endemi yaitu angka kasus aktif, positivity rate, tingkat okupansi rumah sakit, dan angka kematian. Menurutnya, ada indikasi bahwa Covid-19 bukan penyakit tertinggi yang ada saat ini.

Baca Juga :
Obat Virus Corona Asal China Masuk Uji Klinis Tahap 3 Rakyat Sudah Nggak Sabar Keluar Dari Pandemi Covid

Dia mengungkapkan, berdasarkan survei internal Kemenko PMK di 18 Rumah sakit DKI Jakarta pada bulan Februari 2022, saat ini angka kematian akibat Covid-19 di Indonesia telah turun di peringkat ke-14. Paling tinggi penyebab kematian adalah kanker, pneumonia, dan peneumonia non-spesifik. "Sekarang Covid-19 yang meninggal sudah di ranking 14. Jadi sudah bukan lagi ancaman," jelasnya.

Bukan akibat Vaksin Sementara itu, Plt. Kepala Pusat Riset Kedokteran Pre-klinis dan Klinis Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN), Harimat Hendarwan, menegaskan, hepatitis akut misterius yang terjadi pada anak belakangan ini bukan disebabkan vaksin Covid-19. Sebagian besar anak yang terkena hepatitis akut belum mendapat vaksin Covid-19.

Adapun hepatitis akut misterius bisa menular pada orang dewasa perlu tindak lanjut. Meski begitu, sudah ada laporan dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta bahwa orang dewasa sudah tertular. "Akan jadi perhatian khusus kita apakah ini terjadi pada dewasa atau tidak," ujarnya.

Baca Juga :
Pandemi Menuju Endemi, Habis Gelap Terbitlah Terang

Menurutnya, bukan tidak mungkin penyakit tersebut masuk dalam kategori seluruh usia.

Original Source

Topik Menarik