Loading...
Loading…
Dunia Kecam Tentara Israel yang Tembak Mati Jurnalis Perempuan di Kepala

Dunia Kecam Tentara Israel yang Tembak Mati Jurnalis Perempuan di Kepala

Nasional | bukamatanews | Kamis, 12 Mei 2022 - 11:35

BUKAMATA - Dunia pers kembali berduka, salah satu wartawan senior dari media Palestina Aljazeera tewas dengan peluru senapan tentara israel bersarang di kepalanya.

Dialah sosok Shireen Abu Akleh (51) yang mayatnya ditemukan tertutup bendera Palestina dan rompi anti peluru bertuliskan pers di dada.

Shireen ditembak mati pasukan Israel saat meliput kondisi pengungsian di Jenin, Rabu (11/5/2022).

Rekan kerja Shireen Abu Akleh yang merupakan sesama jurnalis Al Jazeera, Ali Samodi juga terkena tembakan oleh pasukan Israel. Ali terluka di bagian punggung dan masih bisa diselamatkan. Ia juga memakai rompi biru yang sama dengan Akleh disertai helm pelindung.

Penembakan terhadap Shireen dan Ali dianggap sebagai pembunuhan yang keji dan terang-terangan.

Aksi tentara Israel tersebut meraih kecaman publik. Peristiwa tragis itu memicu kemarahan dari Uni Eropa, PBB hingga para pemimpin dari Palestina, Qatar, Afghanistan, Mesir, Iran, Pakistan, China serta sejumlah negara lainnya.

Duta Besar AS untuk PBB, Linda Thomas-Greenfield, menyebut kematian Abu Akleh sangat mengerikan dan menyerukan penyelidikan yang transparan. Dia mengatakan melindungi warga negara dan jurnalis Amerika Serikat adalah prioritas tertinggi negara. Gedung Putih juga menyerukan penyelidikan menyeluruh.

Baca Juga :
Wartawannya Mati Ditembak, Al Jazeera: Tentara Israel Sengaja Membunuh

Kami sangat sedih dan mengutuk keras pembunuhan jurnalis Amerika Serikkat Shireen Abu Akleh di Tepi Barat, kata Ned Price, Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS seperti dikutip Aljazeera.com, Kamis (12/5/2022).

Di Indonesia, Komisi I DPR RI Sukamta mengecam keras aksi tindakan keji pasukan zionis yang menewaskan seorang jurnalis senior Al Jazeera Shireen Abu Akleh karena tertembak oleh tentara Israel saat meliput bentrokan di Kota Jenin tepi Barat.

"Ini kejahatan yang sangat keji dan jelas-jelas melanggar hukum humaniter internasional," tegas Sukamta kepada wartawan, Kamis (12/5/2022).

Sukamta menduga, ada unsur kesengajaan untuk melakukan pembunuhan terhadap wartawan sebagai upaya untuk menutupi fakta-fakta kejahatan yang dilakukan oleh tentara pendudukan Zionis di wilayah Tepi Barat.

Original Source

Topik Menarik

{