Loading...
Loading…
Penanganan Hepatitis Akut Misterius Harus Digencarkan

Penanganan Hepatitis Akut Misterius Harus Digencarkan

Nasional | koran-jakarta.com | Selasa, 10 Mei 2022 - 10:53

JAKARTA - Penanganan spesimen hepatisis akut misterus harus digencarkan. Penelitian dan pemeriksaan kunci pengambilan kebijakan dalam mengantisipasi penyakit tersebut.

Demikian pandangan yang diungkapkan Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani, kepada awak media, di Jakarta, Senin (9/5). "Hal ini penting dilakukan agar kita tidak salah langkah dalam mengantisipasi penyebaran hepatitis misterius yang sudah menyerang banyak negara ini," ujarnya.

Dia juga mengingatkan pemerintah untuk menyiapkan fasilitas dan tenaga kesehatan supaya hepatitis akut misterius itu dapat tertangani bila kasusnya melonjak.

Netty meminta pemerintah menginformasikan secara jelas kepada masyarakat mengenai penyakit tersebut. Kejelasan informasi sangat penting agar masyarakat tidak panik dan meningkatkan kewaspadaan.

Beredarnya informasi hoaks mengenai penyakit hepatitis harus diantisipasi pemerintah. Masih ada masyarakat beranggapan seperti kabar yang menyebut hubungan penyakit ini dengan vaksinasi Covid-19. "Penting untuk menginformasikan peta penyebaran kasus, upaya yang dilakukan pemerintah dan kesiapan sistem kesehatan dalam melakukan antisipasi lonjakan kasus agar rakyat dapat berpartisipasi aktif melakukan pencegahan," katanya.

Baca Juga :
Hepatitis Akut Ancam Jiwa Anak, Jatim Mulai Waspada

Sebagai informasi, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengumumkan Kejadian Luar Biasa (KLB) terkait adanya 228 kasus hepatitis yang terjadi di 20 negara. WHO dan banyak negara masih menginvestigasi penyebab dan perkembangan penyakit hepatitis misterius tersebut.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mencatat 15 kasus hepatitis misterius di temukan di Indonesia. Pihaknya sudah mengeluarkan edaran agar rumah sakit melakukan persiapan penanganan. "Tanggal 27 April, Indonesia menemukan tiga kasus di Jakarta. Sampai sekarang di Indonesia ada 15 kasus," terangnya.

Original Source

Topik Menarik