Loading...
Loading…
Mudik Lebaran Sukses Ekonomi Tumbuh Positif

Mudik Lebaran Sukses Ekonomi Tumbuh Positif

Nasional | rm.id | Senin, 09 Mei 2022 - 06:55

Upaya Pemerintah mendongkrak pertumbuhan ekonomi dengan memperbolehkan mudik Lebaran tahun ini membuahkan hasil. Konsumsi rumah tangga cukup tinggi, semua sektor tumbuh positif.

Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengatakan, kegiatan mudik Lebaran bakal mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional di kuartal II-2022.

Proyeksi ini juga didorong cairnya Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan pekerja swasta yang wajib dibayar penuh. Sehingga kontribusi Lebaran terhadap konsumsi rumah tangga cukup tinggi, ujar Bhima dalam keterangannya, kemarin.

Menurutnya, kegiatan mudik dan liburan selama Lebaran jadi momen vital untuk menggerakkan roda perekonomian.

Khususnya pengeluaran dari kelas menengah atas yang selama pandemi Covid-19 menahan uang di bank.

Bhima menjelaskan, mudik Lebaran telah mendorong semua sektor tumbuh positif. Mulai dari jasa transportasi, pakaian jadi, makanan minuman, perhotelan hingga jasa telekomunikasi.

Sektor pariwisata diperkirakan tumbuh jauh lebih tinggi dibanding dua tahun sebelumnya. Okupansi hotel di kisaran 80 persen. Tempat rekreasi dan fasilitas pendukung wisata akan terdorong dengan momen mudik.

Baca Juga :
Tahun Ini Masyarakat Boleh Mudik Lebaran Angin Segar Untuk Perekonomian Kita

Kendati secara umum kegiatan mudik Lebaran di kuartal II tahun ini memberikan sumbangan besar terhadap pertumbuhan ekonomi, Bhima masih ragu pertumbuhan ekonomi nasional di keseluruhan tahun 2022 ini bisa menyentuh level 5 persen.

Untuk mencapai pertumbuhan 5 persen tidak bisa hanya andalkan mudik Lebaran. Di kuartal III tahun ini tantangan akan jauh lebih berat. Mulai dari inflasi, naiknya suku bunga pinjaman, stabilitas nilai tukar, hingga tekanan daya beli masyarakat, jelasnya.

Selain itu, kecenderungan setelah Lebaran, THR mulai menipis. Bahkan habis untuk kebutuhan pokok. Sementara indikator kesempatan kerja masih belum menunjukkan titik optimisme.

Kondisi ini bisa jadi penghambat pertumbuhan ekonomi di dua kuartal akhir tahun ini, tandasnya.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sebelumnya mengatakan, momen Lebaran kali ini berbeda dengan dua tahun sebelumnya, saat pandemi Covid-19 masih mengganas dan memukul semua sektor di dalam negeri.

Mantan Menteri Perindustrian itu menyebut, Lebaran kali ini jadi momen meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Khususnya pasca pandemi Covid-19.

Baca Juga :
Pengamat Paparkan Dampak Positif Larangan Mudik

Kami berharap ekonomi meningkat, seperti pencapaian di kuartal II tahun lalu yang mencapai 7,07 persen, kata Airlangga di Jakarta, Senin (2/5).

Ketua Umum Partai Golkar itu juga mengatakan, Lebaran tahun ini Pemerintah memprediksi ada sekitar 85 juta orang yang mudik. Kondisi ini membuat perputaran uang cukup besar untuk mendorong konsumsi masyarakat, mulai di perkotaan hingga pedesaan.

Kalau 85 juta pemudik ini masing-masing membelanjakan Rp 1,5 juta saja, kontribusinya ke ekonomi sudah Rp 175 triliun. Ini angka yang cukup besar, jelasnya.

Senada, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan, libur Lebaran dan mudik menjadi momentum kebangkitan ekonomi nasional.

Sandi memperkirakan, dari total jumlah pemudik, 40 persen di antaranya akan berkunjung ke destinasi-destinasi wisata atau sentra ekonomi kreatif.

Jika rata-rata pengeluaran wisatawan Rp 1,5 juta, maka potensi pergerakan ekonomi di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif bisa mencapai Rp 72 triliun secara nasional.

Ditambah lagi, mudik juga akan memunculkan redistribusi atau perputaran uang ke daerah yang diperkirakan mencapai 75 persen. [NOV]

Original Source

Topik Menarik