Loading...
Loading…
NU Jatim Berduka, Pendekar Bahstul Masail Itu Telah Berpulang

NU Jatim Berduka, Pendekar Bahstul Masail Itu Telah Berpulang

Nasional | jawapos | Senin, 09 Mei 2022 - 04:29

JawaPos.com- Satu lagi ulama berpulang. Minggu (7/5) siang, pukul 12.58 WIB, Katib (Sekretaris) Syuriah PWNU Jatim KH Syafruddin Syarif, meninggal dunia di RSUD dr Soetomo Surabaya. Almarhum dimakamkan di kediamannya, di Kedopok, Kota Probolinggo.

PWNU Jatim pun mengeluarkan surat instruksi kepada jajaran PCNU se-Jatim untuk melaksanakan salat Gaib dan tahlil. Instruksi itu tertuang dalam surat bernomor 1329/PW/A.II/L/V/2022, tertanggal 8 Mei 2022, yang ditandatangani Ketua PWNU Jatim KH Marzuqi Mustamar dan Rais Syuriah PWNU Jatim KH Anwar Manshur.

Kiai Syafruddin yang alumnus Pondok Pesantren (Ponpes) Hidayatul Mubtadiin Lirboyo, Kediri, itu menjabat sebagai katib Syuriah PWNU Jatim sudah lama. Yakni, sejak KH Miftahul Akhyar menjadi Rais Syuriah PWNU Jatim dan berlanjut hingga kepengurusan KH Anwar Manshur. Selama ini, almarhum memang dikenal telah banyak mendedikasikan hidupnya di NU.

Ketua NU Care-Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Jatim A. Afif Amrullah menyebut, Kiai Syafruddin kerap berpesan kepada para pengurus NU. Bahwa, jika Anda menjadi pengurus NU, maka niatkan seperti Anda masuk ke dalam Masjid. Tidak ada tujuan apa-apa kecuali ibadah, tulis Afif di unggahan medsos, Minggu (8/5).

Baca Juga :
Ini Kajian PWNU Jatim yang Haramkan Cryptocurrency

Selain sebagai Katib Syuriah PWNU Jatim, Kiai Syafruddin yang merupakan pengasuh Ponpes Hidayatuddin al-Islami, Kota Probolinggo, itu juga menjabat sebagai salah satu ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur.

Sekretaris Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) JatimYusuf Amrozi menyebut, Kiai Syafruddin adalah sosok yang totalitas dalam mengabdi di NU. Kagem beliau lahul fatihah, ucapnya.

Yusuf bercerita, saat LPTNU Jatim periode sebelumnya menggelar halalbihalal di Situbondo, pihaknya mengundang Kiai Syafruddin untuk memberi tausiah. Pada malam pelaksanaan halalbihalal itu, Kiai Syafruddin terbang dari Jakarta dan tiba di kediamannya di Kota Probolinggo dini hari.

Dan, pagi hari beliau menyetir sendiri (mobil) Agya menuju lokasi acara halalbihalal LPTNU di kawasan Pantai Pasir Putih, Situbondo, dengan menerobos kemacetan jalan saat itu, katanya.

Menurut Yusuf, almarhum merupakan sosok yang ahli di bidang usul fiqih. Kiai Syafruddin termasuk tipikal kiai yang semangat dan paling depan dalam pelaksanaan bahtsul masail.

Baca Juga :
Aswaja Center Diusulkan sebagai Lembaga Resmi PBNU

Sementara itu, Wakil Ketua PWNU Jatim KH Abdussalam Shohib menyatakan, berpulangnya Kiai Syafruddin membuat warga Nahdliyin sangat kehilangan. Almarhum ramah dan mudah bergaul.

Kiai Syafruddin juga alim, terutama di bidang hukum dan fikih. Kami sangat kehilangan, kata Gus Salam, panggilan akran pengasuh Ponpes Tambakberas, Jombang, itu seperti dilansir NU Online.

Selama ini, lanjut Gus Salam, Kiai Syafruddin juga dikenal sebagai salah satu pendekar bahtsul masail. Yakni, forum kajian memecahkan masalah yang berkembang di tengah masyarakat dan kekinian dengan sudut pandang hukum Islam, yang menjadi tradisi di lingkungan NU dan pesantren.

Sosoknya yang kharismatik juga seringkali menjadi rujukan para ulama lainnya untuk berdiskusi, baik secara langsung ataupun melalui sambungan telepon, ungkapnya.

Sebelumnya, Hj Iftitah Hidayati, istri Kiai Syafruddin, juga telah lebih dulu meninggal dunia. Yakni, pada 14 Maret 2020. Sugeng tindak Kiai.

Original Source

Topik Menarik