Loading...
Loading…
Baru Seumur Jagung, Jalan di Desa Puspasari Kabupaten Tasikmalaya Sudah Rusak

Baru Seumur Jagung, Jalan di Desa Puspasari Kabupaten Tasikmalaya Sudah Rusak

Nasional | mandalapos.co.id | Senin, 09 Mei 2022 - 02:36

Mandalapos.co.id, Tasikmalaya Masyarakat Dusun Sembah Dalem, Desa Puspasari, Kecamatan Puspahiang Kabupaten Tasikmalaya, hanya bisa mengelus dada melihat hasil pembangunan jalan di desanya.

Pasalnya, jalan baru seumur jagung itu kini kondisinya sudah membuat prihatin masyarakat sekitar. Terlihat, lapisan aspal dan cor mulai terkelupas sehingga memunculkan batu krikil ke permukaan. Tak hanya itu, ketika hujan jalan tersebut pun menjadi licin.

Terpampang di dalam keterangan plang informasi kegiatan, proyek ini berasal dari Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang, Perumahan, dan Pemukiman Kabupaten Tasikmalaya. Kegiatan ini dilaksanakan oleh CV DKR Delta Prima, dengan nama pekerjaan pembangunan dan pengembangan infrastruktur kawasan pemukiman di kawasan strategis Desa Puspasari Kecamatan Puspahiang.

Kadus Sembah Dalem, Saprudin, mengaku kecewa dengan hasil pekerjaan dari pemborong proyek yang memakan anggaran APBD Kabupaten Tasikmalaya sebesar Rp181 juta itu.

Saya kecewa kenapa pekerjaan baru beberapa bulan sudah hancur begini. Itu bukan rusak karena kendaraan. Kalau bekas kendaraan ada bekas ban, tutur Saprudin.

Baca Juga :
Warga Dijemput Mobil Polsek untuk Divaksin

Menurut Saprudin, saat pemborong melakukan pekerjaan, pihaknya bersama dengan karang taruna setempat telah meminta agar pembangunan jalan tersebut dilakukan dengan sebaik-baiknya. Bahkan, Anggota DPRD Tasikmalaya, Wida Otiva, ikut memantau kegiatan pembangunan jalan tersebut.

Baru sehari diaspal kebetulan cuaca hujan, jadi aspal baru terbawa air. Tapi kalaupun hujan besar, asal pembangunannya benar Insyaallah tak separah ini, ujarnya.

Saprudin pun berharap kepada Pemerintah Daerah setempat untuk meminta pemborong membenahi pekerjaannya yang rusak.

Bu dewan juga kecewa sama pemborongnya, tutur Saprudin.

Tak sekedar persoalan kualitas pekerjaannya yang buruk, Umar, salah seorang buruh tukang yang ikut mengerjakan proyek jalan tersebut, mengaku pembayaran upahnya masih kurang sebesar Rp200 ribu. Tak hanya Umar, 2 orang lainnya juga merasakan hal serupa.

Kami kan rakyat kecil, uang segitu kami butuh untuk kebutuhan keluarga, ujarnya. ***Yahya

Original Source

Topik Menarik