Loading...
Loading…
Ngabalin Nyamber Lagi, Respons Refly Harun Mendalam: Ini yang Dia Nggak Paham atau Pura-pura...

Ngabalin Nyamber Lagi, Respons Refly Harun Mendalam: Ini yang Dia Nggak Paham atau Pura-pura...

Nasional | wartaekonomi | Senin, 09 Mei 2022 - 00:21

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin kembali membalas penuh sindiran atas respons pakar hukum tata negara, Refly Harun. Berawal dari pendapat Refly soal Jokowi yang salat Idulfitri tidak di Jakarta, Ngabalin dan Refly saling komentar lewat media sosial mereka.

Ngabalin membuat cuitan respons dengan narasi yang cukup tajam bahkan mengklaim se Indonesia meragukan kepakaran seorang Refly Harun yang sudah cukup dikenal.

Isi kepala&hatimu penuh fitnah dan kebencian, memang mudah melihat kusutnya pakaian org lain dr pd sobeknya pakaian kamu. jaga lisan kau krn sesungguhnya se-Indonesia Raya meragukan kepakaranmu. Kenapa setiap pernyataanmu sll memprovokasi rakyat membenci Jokowi? ter-laaalu kau pic.twitter.com/HD308j0JQS Ali Mocthar Ngabalin (@AliNgabalinNew) May 7, 2022

Refly merespons dengan menyebut bisa dilakukan survei mana yang dipercaya antara dirinya atau seorang Ngabalin.

Makanya saya bilang, sekali-kali disurvei tuh percaya Saya atau ke Ali Ngabalin. Kalau misalnya saya nggak dipercaya ya sudah nggak mengapa, saya minta maaf. Tapi kalau dia tidak dipercaya mestinya malu dia, ujar Refly di video di akun Youtubenya, dikutip Minggu (8/5/22).

Baca Juga :
Balas Sentilan Ali Ngabalin, Refly Harun: Kalau Saya Dibilang Fitnah, Fitnah Apa?

Narasi melontarkan fitnah yang Ngabalin tuduhkan pun dipertanyakan Refly. Menurut Refly apa yang dia sampaikan selama ini adalah dalam konteks demokrasi.

Konteks yang dimaksudkan tersebut adalah check and balances dan Civil-Society.

Yang saya lakukan dalam konsep demokrasi adalah check and balances, antara Civil and Society. Ini yang Ngabalin Nggak paham atau paham pura-pura nggak paham. Dan dalam negara demokrasi rakyat berdaulat, kedaulatan berada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut Undang Undang Dasar, ungkap Refly.

Refly pun menegaskan selain institusi formal pemerintahan, rakyat juga punya hak untuk mengontrol jalannya pemerintahan.

Dia juga menegaskan tidak terlalu mengurusi atau memberikan kritik kepada Ngabalin tetapi kepada persoalan sebagaimana analisis ataupun kritik yang dia sampaikan selama ini sesuai kepakarannya.

Saya ngapain mengkritik Ali Ngabalin not necessary , Toh dia hanya petugas istana Tapi Presiden Jokowi penting karena dia diberikan tugas konstitusional untuk mensejahterakan rakyat Indonesia, mencerdaskan bangsa, dan melindungi segenap bangsa. Jadi kalau dia melenceng dari tugas konstitusional tersebut maka justru disitulah kita mengingatkannnya sebagai rakyat, dan itu adalah hak konstitusional, jelas Refly.

Baca Juga :
Tolak Jabatan Komisaris BUMN Sejak Era Soeharto, Faisal Basri: Saya Ingin Menjadi Orang Bebas

Refly juga kembali menegaskan bahwa dirinya tidak punya urusan dengan benci atau tidak suka terhadap sosok Jokowi tetapi memberi masukan dalam posisi sebagai oposisi.

Nggak ada urusan saya tidak suka dengan Jokowi atau saya benci atau fitnah Jokowi, yang kita lakukan bagaimana kita memberikan masukan dalam posisi yang secara sadar kita ambil yaitu 0 posisi oposisi, tegas Refly.

Original Source

Topik Menarik