Loading...
Loading…
Ribuan Sapi Terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku

Ribuan Sapi Terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku

Nasional | koran-jakarta.com | Senin, 09 Mei 2022 - 00:05

SURABAYA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur dilaporkan tengah melakukan sejumlah langkah untuk mencegah penyebaran wabah Penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menjangkiti 1.247 ekor sapi di Kabupaten Lamongan, Mojokerto, Gresik, dan Sidoarjo.

Langkah-langkah yang dilakukan di antaranya mengusulkan penetapan status sabah PMK pada daerah terjangkit kepada Kementerian Pertanian, melakukan pembatasan lalu lintas ternak dari dan menuju daerah yang berstatus wabah, serta pemusnahan ternak terjangkit.

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan untuk sementara waktu pasar hewan di empat daerah ini akan ditutup sementara untuk mengurangi transmisi penyebaran antara yang terkonfirmasi positif maupun negatif.

"Untuk sementara waktu, kita juga akan melakukan penutupan sementara pasar hewan pada daerah wabah, melakukan depopulasi (dimusnahkan) pada ternak yang terkonfirmasi positif terkena PMK," kata Khofifah melalui keterangan tertulis, Sabtu (8/5).

"Dengan ditetapkannya wabah yang terjadi, nantinya peternak akan diberikan vaksinasi ataupun obat dari pemerintah yang saat ini bisa diperoleh jika impor, karena Pusvetma terakhir membuat vaksin PMK di tahun 1986," tuturnya.

Baca Juga :
Sebanyak 1.881 Ekor Sapi di Kabupaten Aceh Tamiang Terjangkit PMK

Dijelaskan Gubernur Khofifah, sesuai penjelasan Dirjen PKH Kementan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) adalah penyakit hewan menular akut yang menyerang ternak seperti sapi, kerbau, kambing, domba, kuda, dan babi dengan tingkat penularan mencapai 90-100 persen.

"Namun, penyakit ini tidak menular ke manusia, melainkan menular ke sesama hewan. Kami melakukan langkah komprehensif untuk menangani hal ini. Kembali saya menghimbau agar masyarakat tidak panik," tuturnya.

Hasil Lap Menurutnya, setelah pada 5 Mei secara resmi terkonfirmasi hasil lab Pusat Veteriner Farma (PUSVETMA), pihaknya langsung melaksanakan rakor intensif dengan instansi terkait, yakni Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) para direktur, tim Kemenko Perekonomian, lengkap dengan empat bupati yang wilayahnya terjangkit wabah yaitu Mojokerto, Gresik, Sidoarjo, dan Lamongan serta kalangan kampus khususnya Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga. Rakor memutuskan bahwa akan dilakukan penutupan sementara pasar hewan pada daerah wabah, melakukan depopulasi terbatas pada ternak yang terkonfirmasi positif terkena PMK sesuai SOP Kementan.

Baca Juga :
Warga Purbalingga Diimbau Tak Datangkan Sapi dari Daerah Endemik Penyakit Mulut dan Kuku

"Juga melakukan pengobatan serta penyiapan Vaksinasi pada ternak sehat pada daerah terancam minimal cakupan 70 persen dari populasi," jelasnya.

Sebagai informasi, tanda klinis penyakit PMK pada hewan ternak meliputi, demam tinggi (39-41 derajat celcius), keluar lendir berlebihan dari mulut dan berbusa, luka-luka seperti sariawan pada rongga mulut dan lidah, tidak mau makan, kaki pincang, luka pada kaki dan diakhiri lepasnya kuku, sulit berdiri, gemetar.

Original Source

Topik Menarik