Loading...
Loading…
Rekonstruksi Ambruknya Seluncuran Kenjeran Libatkan Perusahaan Kanada

Rekonstruksi Ambruknya Seluncuran Kenjeran Libatkan Perusahaan Kanada

Nasional | jawapos | Minggu, 08 Mei 2022 - 13:38

JawaPos.com Rekonstruksi ambruknya seluncuran air di Water Park Kenjeran Surabaya akan melibatkan perusahaan asal Kanada. Hal itu dilakukan untuk memastikan penyebab ambruknya seluncuran pada Sabtu (7/5). Belasan orang terluka dan menpadat perawatan di rumah sakit.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebut, seluncuran itu ambruk akibat salah satu cycle atau bagian ada yang patah. Akibatnya, seluncuran ambruk.

Ini ada cycle yang patah saya tanya Pak Paul, GM Kenpark dan water park proses kalibrasinya gimana . Asesmen juga akan dilakukan tim Whitewater Canada, kata Khofifah saat meninjau lokasi seluncuran ambruk pada Minggu (8/5).

Whitewater Canada merupakan perusahaan desain yang membangun dan mengelola seluncuran air. Seluncuran air di Kenjeran Park juga dibangun Whitewater pada 2006.

Sehingga, Khofifah meminta supaya seluruh pihak menunggu asesmen yang dilakukan Whitewater. Asesmen itu dilakukan dengan rekonstruksi ulang.

Whitewater Canada sedang melakukan rekonstruksi. Jadi kita tunggu semua, ucap Khofifah.

Khofifah menyebut, proses kalibrasi atau pengecekan keseluruhan sudah dilakukan pada 2020. Meski demikian, dia tetap menunggu proses asesmen dan penyelidikan yang dilakukan kepolisian.

Baca Juga :
Pastikan Keamanan Seluncuran, Polisi Gresik Sidak Wahana Wisata Air

(Seluncuran ini) rupanya 2 tahun lalu sudah kalibrasi. 2 tahun lalu dikonfirmasi kalibrasi sekarang sedang dikonfirmasi tim yang rekonstruksi water park di sini dari Whitewater Canada, papar Khofifah.

Gubernur meminta seluruh pihak untuk bersabar dan menunggu hasil dari rekonstruksi. Sehingga tidak ada simpang siur kabar.

Sementara itu, Paul Stephen, General Manager Kenjeran Park Surabaya memastikan, pihaknya akan membayarkan seluruh biaya pengobatan dan perawatan.

Kami akan dampingi terus. Dari tadi malam (7/5), kami terus berada di RS menemani pasien, tutur Paul Stephen.

Original Source

Topik Menarik