Loading...
Loading…
Diproyeksi Makin Moncer, BNI Sasar Downstream Sector

Diproyeksi Makin Moncer, BNI Sasar Downstream Sector

Nasional | rm.id | Minggu, 08 Mei 2022 - 10:46

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI kembali menangkap peluang pengembangan bisnis ke area sektor downstream atau sektor turunan komoditas. Pasalnya, permintaan pada sektor-sektor turunan, kini mulai meningkat seiring pemulihan pasca pandemi Covid-19.

Corporate Secretary BNI Mucharom menyampaikan, potensi pertumbuhan kredit tahun ini tergolong cukup tinggi. Banyak sektor yang kembali membukukan peningkatan kinerja cukup baik sehingga mendorong kinerja. Khususnya dari sektor turunan komoditas.

Hal ini pun sejalan dengan arahan dari pemerintah agar komoditas andalan Tanah Air dapat dijual ke luar negeri dengan nilai tambah lebih tinggi.

"Sektor downstream komoditi ini menunjukkan pertumbuhan yang cukup baik. Kami melihat banyak pembangunan smelter akan sangat marak dan besar, ucapnya dalam keterangan resmi, Minggu (8/5).

Menurut pria yang akrab disapa Arom ini, pemerintah mulai banyak melarang barang yang belum jadi. Sehingga semua proses pengolahan terjadi di dalam negeri.

Kami berharap ini menjadi engine pertumbuhan segmen korporasi swasta kami," ujarnya.

Ia mengatakan, pertumbuhan kredit BNI tahun ini masih sesuai target awal tahun. Beberapa nasabah top tier sudah mulai menunjukkan perbaikan kinerja seperti infrastruktur, listrik dan gas, pergudangan dan digital.

Baca Juga :
Minister of SOE Increases Cooperation with Japan

Hal ini juga sejalan dengan penurunan restrukturisasi kredit, sehingga membantu BNI untuk dapat melakukan ekspansi lebih berkualitas.

"Kami akan tetap dengan target awal BNI di high single digit. Kami lihat potensi pertumbuhan tinggi sejak awal tahun ini, sehingga kami cukup percaya diri," sebut Arom.

Adapun, kredit di segmen business banking masih menjadi motor akselerasi bisnis kredit BNI. Pertumbuhan ini terutama pembiayaan ke segmen korporasi swasta yang tumbuh 9,9 persen yoy (year on year) menjadi Rp 193,2 triliun.

Sementara segmen large commercial yang tumbuh 24,5 persen yoy menjadi Rp 46,1 triliun, segmen UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) juga tumbuh 11,8 persen yoy dengan nilai kredit Rp 98 triliun. Secara keseluruhan kredit di sektor business banking ini tumbuh 4,8 persen yoy menjadi Rp 489,3 triliun. [ DWI ]

Original Source

Topik Menarik