Masyarakat Baduy Ingatkan Pemprov Banten untuk Selalu Cintai Alam

Nasional | bantennews.co.id | Minggu, 08 Mei 2022 - 09:05
Masyarakat Baduy Ingatkan Pemprov Banten untuk Selalu Cintai Alam

SERANG Jaro Saija, salah satu Tetua Adat Suku Baduy dan juga Kepala Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak menyampaikan pesan Puun di Baduy kepada pemerintah Provinsi Banten.

Hal itu disampaikan Saija di Gedung Negara Provinsi Banten, Jl. Brigjen KH Syamun No.5, Kotabaru, Kecamatan Serang, Kota Serang, Sabtu (7/5/2022).

Kadie harapan kami mah mere peringatan ka urang Banten ku sabeb urang di Baduy sebagai orang Banten sama sarua jeng didie te lepas tina silaturahmi tuh mere peringatan, mun cek Baduy mah eling-eling supaya ingat kabehan (kesini harapannya kami memberi peringatan ke orang Banten, karena orang Baduy sebagai orang Banten sama dengan yang disini tidak lepas dari tali silaturahmi, kalau kata Baduy mah eling-eling supaya ingat semuanya), ujarnya.

Ia juga menyampaikan semua pihak harus ingat dan cinta kepada alam, memelihara alam serta melestarikan alam. Selain itu ia juga berharap kepada semuanya agar dapat mendukung acara seba Baduy.

Inget na urang na kudu cinta alam, mulasara alam, melestarikan alam (ingatnya kita harus cinta alam, memelihara alam, melestarikan alam), tandasnya.

Upacara tradisional Seba Baduy ini, merupakan sebuah tradisi yang dilakukan dalam rangka menyampaikan rasa syukur atas hasil panen yang berlimpah, dalam kurun waktu satu tahun.

Selalu digelar setiap tahun, Seba Baduy juga diisi oleh prosesi silaturahmi antara masyarakat Suku Baduy dengan pemerintah setempat.

Namun dalam dua tahun terakhir, pelaksanaan Seba Baduy dilakukan secara terbatas akibat dari Pandemi Covid-19. Namun untuk tahun ini, seiring dengan kasus Covid-19 di Banten yang cukup terkendali, Seba Baduy kembali dilakukan dengan kuota yang lebih banyak dengan tetap menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes).

Sebelum datang ke Pendopo Lama Gubernur Banten, rombongan Seba Baduy terlebih dahulu singgah di Pemkab Lebak, untuk melakukan ritual yang sama dengan pemerintah setempat. (Red)

Artikel Asli