Loading...
Loading…
Ternak di Jatim Terjangkit PMK, Serang Ribuan Ternak di 4 Kabupaten

Ternak di Jatim Terjangkit PMK, Serang Ribuan Ternak di 4 Kabupaten

Nasional | telisik.id | Sabtu, 07 Mei 2022 - 15:02

SURABAYA, TELISIK.ID - Ternak di 4 daerah di Jawa Timur (Jatim) diserang Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). 4 daerah tersebut di antaranya Kabupaten Lamongan, Mojokerto, Gresik dan Sidoarjo.

"Dari laporan masyarakat serta hasil peninjauan di lapangan oleh Dinas Peternakan Provinsi Jatim, dan uji lab Pusvetma, pada tanggal 5 Mei, resmi terkonfirmasi ada 4 kabupaten di Jatim yang hewan ternaknya terjangkit PMK, ujar Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Sabtu (7/5/2022).

Mantan Mensos ini mengatakan, kasus pertama dilaporkan terjadi di Kabupaten Gresik pada 28 April 2022 dengan jumlah kasus sebanyak 402 ekor sapi potong yang terjangkit PMK dan tersebar di 5 kecamatan dan 22 desa.

Kasus ke dua, kata Khofifah dilaporkan pada 1 Mei 2022 di Kabupaten Lamongan. Di mana ada sebanyak 102 ekor sapi potong yang terindikasi mengalami PMK dan tersebar di 3 kecamatan dan 6 desa.

"Di hari yang sama, Kabupaten Sidoarjo juga ditemukan kasus yang menjangkit sebanyak 595 ekor sapi potong, sapi perah dan kerbau. Kasus itu ditemukan dengan sebaran di 11 kecamatan dan 14 desa," jelasnya.

Baca Juga :
Penyebaran PMK tak Ganggu Pasokan Daging di Surabaya

Sedangkan kasus ke empat, sambung Khofifah, terlaporkan pada 3 Mei 2022 di Kabupaten Mojokerto. Kasus yang dilaporkan tercatat ada 148 ekor sapi potong yang tersebar di 9 kecamatan dan 19 desa.

Outbreak (wabah) yang telah menyerang 1.247 ekor di 4 kabupaten tersebut yang terkonfirmasi memiliki tanda klinis sesuai dengan indikasi penyakit PMK, tuturnya.

Disampaikan Gubernur Khofifah, sesuai penjelasan Dirjen PKH Kementan, Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) adalah penyakit hewan menular akut yang menyerang ternak seperti sapi, kerbau, kambing, domba, kuda dan babi dengan tingkat penularan mencapai 90-100%.

Namun, penyakit ini tidak menular ke manusia, melainkan menular ke sesama hewan. Kami melakukan langkah komprehensif untuk menangani hal ini. Kembali saya menghimbau agar masyarakat tidak panik. Hal terkait dengan suplai daging khususnya kota Surabaya misalnya, kami akan maksimalkan agar suplai aman, jelas Ketum Muslimat NU ini. (C)

Reporter: Try Wahyudi Ari Setyawan

Editor: Kardin

Original Source

Topik Menarik

{