Loading...
Loading…
Pandemi Menuju Endemi, Habis Gelap Terbitlah Terang

Pandemi Menuju Endemi, Habis Gelap Terbitlah Terang

Nasional | rm.id | Selasa, 05 April 2022 - 06:28

Saat ini, kondisi semakin membaik. Kasus positif Covid-19 harian terus menurun. Namun, semua pihak terus diingatkan selalu mematuhi protokol kesehatan (prokes) agar bisa bersama-sama menuju endemi Covid-19.

Satgasperubahanperilaku mengunggah meme sebuah perkampungan penduduk dengan latar yang gelap. Tertulis, Sehabis gelap pastilah terang menyapa. Jangan lelah berharap pandemi bisa dilalui bersama. Tetap patuhi protokol kesehatan (prokes) bersama menuju endemi yang dinantikan.

Yakin akan ada terang setelah gelap, segala perjuangan tak akan menjadikan kita lelah berharap hingga tujuan akhir kita tercapai. Pandemi masih ada, ayo kita lalui bersama, ajak Satgasperubahanperilaku

Akun @ Frozenbit mengatakan, taat prokes dan vaksinasi mempercepat transisi pandemi ke endemi Covid-19.

Akun @ KangCendol_33 mengatakan, vaksin dan prokes merupakan dua kunci yang tidak bisa dipisahkan.

Kesadaran masyarakat sangat dituntut untuk terus menerapkan disiplin prokes, meskipun sudah menerima dosis vaksin, katanya.

Akun @ Ferdiriva berharap, semoga tidak ada varian Covid-19 baru lagi. Dengan begitu, transisi menuju endemi bisa lancar.

Baca Juga :
Azis Syamsuddin Sebut Peran Perempuan Sangat Signifikan Dalam Politik

Alhamdulillah, kini tren pandemi Covid-19 semakin melandai. Sebuah momentum yang harus kita pergunakan dengan sebaik-baiknya, kata @ randyfirsman .

Menurut @ sania_nzi , semua orang punya hak untuk ikut mencegah penyebaran virus Corona dan apapun variannya. Tua-muda, anak-anak maupun lansia, dapat kesempatan yang sama untuk ikut vaksin Covid agar pandemi segera berubah menjadi endemi.

Apabila Pemerintah Pusat sudah menetapkan pandemi Covid-19 menjadi endemi, masyarakat tidak boleh mengabaikan prokes untuk menekan penyebaran Covid-19, ujar @ AsSyarifah .

Akun @ SanHoriko mengajak masyarakat bersyukur, karena cara Indonesia menghadapi pandemi Covid-19 mendapat apresiasi dunia.

Hampir bersamaan dengan negara-negara lain, Indonesia juga segera menerapkan kebijakan kelonggaran prokes untuk mempermudah mobilitas masyarakat, ujarnya.

Kini Pemerintah telah melonggarkan persyaratan untuk perjalanan ke luar kota/domestik, bagi yang sudah vaksin dosis lengkap dan booster, timpal @ satlantas_morut .

Akun @ Juragantajir menekankan, Indonesia harus siap menghadapi tekanan dari tiga aspek, yakni pasar global, ketahanan kesehatan, dan disrupsi digital.

Baca Juga :
Ucapan Hari Kartini Tahun 2022 yang Cocok Jadi Status di Instagram, Facebook dan WhatsApp

Pandemi yang dilalui bersama ini telah membuktikan bahwa Indonesia adalah negara yang terbaik dalam penanganan Covid-19, ujarnya.

Akun @ Mfd2503 membandingkan Indonesia dengan negara-negara Eropa yang sudah mengumumkan masuk fase endemi, dan tak lagi mewajibkan masker di ruang publik. Padahal, penambahan kasus Covid-19 di negara-negara tersebut masih di atas 100 ribu kasus setiap hari.

Sedang kita dengan rata-rata 2 ribu kasus setiap hari masih seketat ini, keluh dia. Secara tidak tertulis, Indonesia sudah kembali normal dari pandemi Covid-19, timpal @ mazingwarhead .

Akun @ nifaserly mengingatkan masyarakat bahwa pandemi Covid-19 masih belum selesai. Dia mengajak masyarakat saling mengingatkan, selalu disiplin prokes di manapun berada.

Yang belum vaksin segera vaksin, karena aman untuk kesehatan. Vaksin akan membentuk kekebalan tubuh agar terhindar dari virus Corona, kata dia.

Sementara, @ NU_GarisLurus mengatakan, masyarakat di daerah sudah tidak pernah dipusingkan lagi dengan pandemi Covid-19. Mereka sudah menganggap Covid-19 tidak ada. Juga karena jarang lihat berita di TV tentang mencekamnya Covid-19.

Alhamdulillah, cuma di awal saja horor, ke sininya pada cuek dan sehat-sehat. Mudah-mudahan seterusnya juga, harap dia. [TIF]

Original Source

Topik Menarik