Loading...
Loading…
Terlalu! Doakan Megawati Sebentar Lagi Meninggal Dunia, Slamet Maarif Juga Hina Maruf Amin

Terlalu! Doakan Megawati Sebentar Lagi Meninggal Dunia, Slamet Maarif Juga Hina Maruf Amin

Nasional | radartegal | Senin, 04 April 2022 - 19:55

Pernyataan Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri yang menyinggung ibu-ibu yang antre minyak goreng dibalas Sekretaris Majelis Syuro Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif dengan kalimat yang mengejutkan.

Slamet Maarif mendoakan Megawati segera meninggal dunia. Hal itu disampaikan dalam rekaman video yang diunggah channel YouTube Saling Sharing berjudul: SELAMAT BERPUASA DAN SELAMAT HARGA PERTAMAX NAIK, DZHOLIM.

Awalnya, host dalam acara itu menyinggung soal PDIP yang punya slogan partai wong cilik menggelar demo masak tanpa minyak goreng.

Sebelumnya, Megawati meminta emak-emak jangan tergantung pada minyak goreng. Makanan tidak semua harus digoreng. Tetapi bisa direbus atau dikukus.

"Tapi kalau soal itu harus dimaklum. Karena yang ngomong itu sudah sepuh. Udah tua. Bentar lagi Insya Alllah meninggal. Karena sudah sepuh gitu kan. Sehingga memang udah nggak makan goreng-gorengan. Lagi menunjukkan siapa dirinya sebenarnya. Kita maklumi ajalah," ujar Slamet Maarif seperti dikutip dari channel Saling Sharing pada Senin (4/4).

Menurut Slamet Maarif, dengan begitu mestinya Megawati harus banyak bertobat dan semakin sadar diri.

Baca Juga :
Sentil Megawati dan Ma`ruf Amin, Slamet Maarif: Maklum Saja, Sudah Sepuh

"Udah tua nih, udah nggak makan gorengan, udah makan rebusan. Udah sakit-sakitan. Deket lagi mati. Ya kita doain biar bertobatlah begitu," imbuh Slamet Maarif sambil tertawa.

Selain menyebut Megawati cepat wafat, Slamet Maarif juga menghina Wakil Presiden (Wapres) Maruf Amin.

Dia menyinggung soal pisang. Slamet Maarif menyebut yang ngomong orang tua juga.

"Dua pisang. Urusan pisang. Artinya perpisangannya mungkin udah gak berfungsi atau apa Wallahu Alam, ha..ha...ha," tukasnya.

Diketahui, Wapres Maruf Amin belum lama ini menyebut makan dua buah pisang setara satu porsi nasi. Pisang bisa sebagai pengganti nasi.

Seperti diberitakan, Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, mengaku sedih dan kesal saat dirinya dihujat banyak orang soal minyak goreng.

Megawati menyebut banyak pihak yang menyalahartikan dan mempolitisir ucapannya.

Padahal sejatinya saya mau membantu ibu-ibu memberikan makanan sehat untuk anak-anaknya. Saya sedihnya kok ucapan saya ini diprokontrakan sama ibu-ibu juga, kata Megawati saat membuka acara demo memasak tanpa minyak goreng di Sekolah Partai PDIP secara online seperti dikutip dari channel Youtube PDI Perjuangan pada Selasa (29/3).

Baca Juga :
Berani Betul! Sorot Tajam Megawati Soal Minyak Goreng, PA 212: Sudah Sepuh, Bentar Lagi Meninggal

Soal memasak, lanjut Megawati, dirinya tidak hanya sekedar ngomong. Dia menegaskan memahami cara memasak.

Bahkan Megawati mengklaim rasa masakannya enak.

Kayak saya tidak berpengetahuan sama sekali soal masak memasak. Ayo tanding, kalau saya nggak menang. Banyak yang sudah ngerasain masakan saya, selalu enak. Nggak ada yang bilang nggak enak, kenapa? Karena saya memang bisa masak loh, imbuh Megawati.

Dia menyatakan, sebenarnya banyak menu makanan yang tak perlu digoreng. Salah satunya telur yang bisa diolah dengan cara dikukus ataupun direbus.

Presiden ke-5 RI tersebut mengaku sempat curhat kepada Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto ketika dirinya dibully.

"Apa yang saya sampaikan itu sebenarnya untuk mengingatkan ibu-ibu agar tak perlu mengantre minyak goreng saat terjadi kelangkaan, tetapi malah disalahartikan. Saya bilang Hasto kesel aku deh. Kesalnya bukan karena dibully urusan politik," terangnya.

Menurut Megawati, makanan yang sehat adalah hakikat kehidupan Namun, dia sedih karena ucapannya justru dipelintir sejumlah pihak.

Jengkel saya. Saya pembohong apa? Dibilang nggak ada empati. Sakit hati saya sebagai perempuan. Enak saja, kayak saya nggak pernah tahu soal perempuan. Betul apa nggak, Ibu-ibu?

Megawati mengaku dirinya pernah menjadi rakyat biasa saat ayahnya, Presiden pertama RI Soekarno, dilengserkan.

Saat itu, Megawati mengaku merasa kesulitan. Bahkan pernah memberikan rebusan kacang hijau kepada anak-anaknya sebagai pengganti susu, seperti dikutip dari Fin.co.id. (ima/rtc)

Original Source

Topik Menarik