KPU Kendal Segera Data Kembali Calon Pemilih

Nasional | ayosemarang | Published at Minggu, 14 Juni 2020 - 10:37
KPU Kendal Segera Data Kembali Calon Pemilih

KENDAL, AYOSEMARANG.COM - - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kendal mulai menyiapkan tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020. Ketua KPU Kabupaten Kendal Hevy Indah Oktaria mengatakan, pihaknya masih belum bisa memastikan kapan pengaktifan kembali tahapan tersebut apakah pada Juni ini atau bulan setelahnya.

Sebagai Ketua KPU Kendal, Hevy menegaskan saat tahapan dibuka, langkah pertama yang akan dilakukan petugas KPU Kendal adalah melakukan pendataan kembali calon pemilih (Pemutaakhiran Data Pemilih).

Katanya, dari 842 ribu data pemilih yang ada sekarang, dimungkinkan mengalami penambahan dengan masuknya para pemilih pemula. Ia juga memperkirakan penambahan pemilih bisa dimungkinkan mencapai puluhan ribu jiwa.

AYO BACA : DPRD Kendal: Lahan Pangan Pertanian Harus Sesuai Revisi Perda RTRW

Pihaknya berharap data pemilih final nanti menjadi acuan untuk menentukan jumlah pemilih pada tiap-tiap Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Kita ketahui berdasarkan hasil rapat dengar pendapat (RDP) antara KPU RI, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), serta Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI yang menyepakati Pilkada diadakan pada 9 Desember 2020 dengan syarat minimal semula 800 pemilih tiap TPS menjadi 500 orang. Untuk tahapan tetap kita menunggu yang dikeluarkan KPU RI, terangnya.

Meski Pilkada sudah dipastikan bergulir pada Desember nanti, Hevy menegaskan bahwa pihaknya belum mengetahui kapan badan edhoc akan diaktifkan kembali. Ia memperkirakan, berdasarkan estimasi alokasi waktu, badan edhoc seharusnya segera diaktifkan pada Juni - Juli ini.

AYO BACA : SMP N 2 Kendal 3 Tahun Berturut-turut Raih Nilai UNBK 100 Terbanyak

Ditanya soal gambaran penerapan protokol kesehatan saat pemungutan suara nanti, Hevy menjelaskan bahwa nantinya ia menyiapkan 9 petugas pada tiap-tiap TPS. Mereka akan memakai alat pelindung diri (APD) lengkap untuk mengarahkan prosesi pemilihan. 

Tak hanya petugas, masing-masing pemilih juga diwajibkan memakai masker, cuci tangan, dan memakai sarung tangan plastik sekali pakai dari petugas. TPS pun rencananya akan diperluas guna menerapkan antrean berjarak.

Saat ini semua masih berjalan normal. Termasuk kosongnya satu anggota kita yang diberhentikan karena melanggar kode etik, namun job desknya masih bisa ditangani. Kita harap sebelum tahapan dikatifkan, Anggota KPU Kendal sudah lengkap kembali, ujarnya.

Terpisah, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kendal menambah 397 petugas pengawas seiring bertambanya jumlah TPS yang direncanakan.  Akan tetapi, Ketua Bawaslu Kendal Odilia Amy Wardayani mengatakan pihaknya tidak akan meminta tambahan anggaran pada Pilkada nanti. 

“Karena Covid-19, kebutuhan jajaran pengawas berubah dan menuntut anggaran bertambah. Tetapi kami tidak menambah anggaran. Masih sesuai Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD), terangnya.

AYO BACA : Realisasi APBD Kendal Tahun 2019 Capai 90%

Artikel Asli