Perwal Diubah, Tangsel Izinkan Rumah Ibadah Dibuka Selama PSBB

Nasional | ayojakarta | Published at Minggu, 14 Juni 2020 - 10:27
Perwal Diubah, Tangsel Izinkan Rumah Ibadah Dibuka Selama PSBB

TANGERANG SELATAN, AYOJAKARTA.COM -- Pemerintah Kota Tangerang Selatan memperbolehkan rumah ibadah dibuka selama masa perpanjangan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). 

Hal tersebut tertuang dalam Peraturan walikota (Perwal) tentang perubahan kedua atas peraturan walikota nomor 13 tahun 2020 dan Perwal nomor 19 tahun 2020 tentang pelaksanaan PSBB terkait penanganan virus corona.

Terdapat pada Pasal 11 yang diubah, masyarakat dapat melakukan kegiatan keagamaan di rumah ibadah selama pemberlakuan PSBB. Kegiatan keagamaan di rumah ibadah dapat dilakukan apabila telah memenuhi ketentuan protokol pencegahan penyebaran COVID-19.

Wakil Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan, PSBB sekarang ini merupakan pengecualian yang diperluas. Masyarakat dapat melakukan aktivitas keagamaan seperti salat Jumat dan peribadatan lainnya.

"Ini dengan pengecualian. Dan tentunya harus sesuai protokol kesehatan sebagai standar dalam melakukan pencegahan penularan virus Covid 19. Masyarakat dan jamaah diharapkan mematuhi," jelasnya dalam keterangan resmi yang diterima pada Minggu (4/6/2020).

Benyamin menambahkan, Dewan Kerja Masjid (DKM) agar lebih memperhatikan sejumlah protokol kesehatan di masing-masing rumah ibadahnya. Misalkan menyediakan sarana dan prasarana pecegahan yang meliputi termal gun, sabun dan alat pencuci tangan. 

"Pemkot hanya memfasilitasi, selebihnya tergantung kesiapan dari DKM masing-masing. Kalau ini semua dijalankan dengan baik, saya rasa kita bersama-sama dapat memerangi dan memutus mata rantai penyebaran COVID-19," kata Benyamin.

Sementara, salah satu pengurus DKM Masjid Al-Mujahidin Pamulang yang ditemui, Rizki Yusuf memastikan protokol kesehatan yang ditetapkan Gugus Tugas Tangsel tetap dijalankan saat pelaksanaan ibadah salat Jumat dan shalat lima waktu. 

"Kemarin pada saat salat Jumat, dari pintu masuk masjid, warga yang datang untuk beribadah diwajibkan melakukan cuci tangan terlebih dahulu, setelah itu kami cek suhu tubuh, jika ada suhu 38 kami biasanya menyarankan mereka berwudhu dahulu, kami periksa kembali jika panasnya tetap kami persilahkan untuk kembali kerumah," kata Rizki.

Tak hanya itu, DKM Masjid Al-Mujahidin juga melakukan penertiban di dalam masjid agar mengikuti jarak berdasarkan garis yang telah ditentukan. “Ya shaf salat telah kita atur sesuai jarak ketentuan protokoler kesehatan, jika ada yang tidak memakai masker kami berikan,” katanya.

Artikel Asli