Pramono Edhi Wibowo, dari Militer hingga Politik

Nasional | sindonews | Published at Minggu, 14 Juni 2020 - 09:06
Pramono Edhi Wibowo, dari Militer hingga Politik

JAKARTA - Mantan Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal (Purn) Pramono Edhi Wibowo meninggal duni di Rumah Sakit Umum Daerah Cimacan, Kabupaten Cianjur, pada Sabtu malam (13/6/2020). Almarhum akan dimakamkan di Taman Makam Pahlaman Kalibata, Jakarta.

"Mohon dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya atas kesalahan almarhum semasa hidup. Semoga beliau husnul khatimah. Segala amal ibadah dan pengabdian beliau diterima dan diberikan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Aamiin YRA," ujar keponakan almarhum, Agus Harimurti Yudhoyono melalui akun twitternya, Sabtu malam.

Pramono merupakan adik dari almarhum Ani Yudhoyono. Dia merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1980. Pria kelahiran Magelang itu mengikuti jejak sang ayah Letjen (Purn) Sarwo Edhi Wibowo.

Selepas lulus dari Lembah Tidar, pria kelahiran 5 Mei 1955 itu langsung menjadi Komandan Pleton Grup I Kopassandha-cikal bakal Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Kemudian menduduki jabatan-jabatan strategis di Kopassus, seperti Komandan Kompi 112/11 Grup I Kopassandha, perwira Intel Operasi Grup I, wakil Komandan Grup I dan Komandan Grup I pada tahun 1998. Dia pernah menjadi ajudan Presiden Megawati Soekarnoputri pada tahun 2001.

Seperti mantan-mantan ajudan presiden lainnya, kariernya terus menanjak. Pada tahun 2005, dia menduduki jabatan orang nomor dua di Cijantung-markas Kopassus. Setelah itu, dia mulai masuk ke jabatan teoritorial sebagai Kepala Staf kodam Diponegoro dan akhirnya, merengkuh jabatan nomor wahid di Kopassus pada 2008.

Dia pun pernah menduduki salah satu Kodam strategis, yakni Pangdam III Siliwangi. Sejak saat itu, jalannya untuk menuju jenderal bintang empat tak lagi terbendung. Sebelum diangkat sabagai KSAD pada 2011, Pramono menjabat Pangkostrad. (Baca: Pramono Edhie Wafat, TNI AD Kibarkan Bendera Setengah Tiang Selama 7 Hari). Setelah pensiun dari militer pada 2013, Pramono berkarir di Partai Demokrat yang merupakan besutan sang kakak Ipar, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Dia sempat mengikuti konvensi untuk calon presiden di Partai Demokrat. Namun, dia kalah dari Dahlan Iskan yang keluar sebagai pemenang. Meskipun pada akhirnya, Demokrat tak memajukan Dahlan.

Ucapan duka terus mengalir dari para kolega dan tokoh nasional. Salah satunya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ariza Patria. "Beliau sosok visioner yang meletakkan kepentingan rakyat dia atas hal lain. Teladan bagi kita. Duka mendalam. Semoga Allah SWT menempatkan beliau di surga," ujarnya.

Artikel Asli