Cerita Satu Keluarga yang Sembuh dari Covid-19 Usai Jalani Karantina

Nasional | okezone | Published at Minggu, 14 Juni 2020 - 03:01
Cerita Satu Keluarga yang Sembuh dari Covid-19 Usai Jalani Karantina

BANJARBARU - Tiga orang sekeluarga di Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel), dinyatakan sembuh dari Covid-19 setelah hampir satu bulan menjalani karantina khusus di Gedung Diklat Pemprov Kalsel. Keluarga ini terdiri atas pasangan suami istri dan seorang anak mereka.

Penyintas Covid-19, Ahmad mengatakan, sempat dilanda rasa jenuh selama dikarantina bersama istri dan anaknya. Namun, dia bisa melaluinya dengan berbagai aktivitas bersama penghuni lain di gedung karantina khusus tersebut.

Awalnya memang sempat jenuh, tapi ya akhirnya hilang dengan sendirinya. Karena dibawa berolahraga, seperti main tenis meja, futsal, badminton dan lari-lari kecil. Jadi selama di sini kami merasa lebih sehat dan tidak stres, kata pria asal Karang Putih, Binuang, Kabupaten Tapin ini, seperti dilansir dari iNews.id, Sabtu (13/6/2020).

Ahmad mengatakan, dirinya bersama istri dan seorang putrinya berusia enam tahun menjalani karantina khusus di Ambulung sejak awal Mei 2020, setelah mereka dinyatakan positif terinfeksi virus corona.

Namun, setelah dua kali menjalani swab terakhir dan hasilnya negatif, hanya Ahmad dan putrinya yang diperbolehkan pulang. Sedangkan istrinya masih menunggu hasil uji swab berikutnya.

Menurut pria yang merupakan pekerja di perusahaan pertambangan ini, dia terinfeksi virus corona dari seorang putranya yang ikut kegiatan keagaaman di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Awalnya, hanya putranya tersebut yang menjalani uji swab oleh petugas puskesmas di Binuang.

Setelah putra pertamanya itu dinyatakan positif, dia dan istri serta dua anaknya yang lain menjalani rapid test. Hasilnya, dia dan istrinya serta putrinya, dinyatakan reaktif. Sedangkan putranya yang kedua nonreaktif. Dia dan istri serta putrinya harus menjalani karantina khusus di Kabupaten Tapin.

Waktu anak saya yang klaster Gowa itu positif, dia dikarantina di sini (Ambulung). Saya, istri dan anak saya ini kan reaktif rapid test-nya, kami dikarantina di Binuang pada April lalu selama 21 hari, ujar Ahmad.

Artikel Asli