Loading...
Loading…
Temukan Data Bermasalah Penerima Bansos

Temukan Data Bermasalah Penerima Bansos

Nasional | radarjogja | Senin, 14 Maret 2022 - 10:54

RADAR JOGJA Dinas Sosial Kabupaten Sleman menemukan 0,03 persen data keluarga penerima manfaat (KPM) penerima bantuan sosial (bansos) bantuan pangan non tunai (BPNT) bermasalah. Ditemukan nomor induk kependudukan (NIK) ganda hingga KPM bukan penduduk Sleman. Akibat data yang bermasalah ini, sasaran bansos belum memenuhi target.

Targetnya kan 98 persen atau sekitar 87.954 KPM. Tetapi baru tercapai 97,97 persen atau 86.166 KPM, dengan nilai realisasi sekitar Rp 51,69 miliar. Masih 0,03 persen, ungkap Kepala Dinas Sosial Sleman Eko Suhargono pasca penyerahan bansos kepada KPM di Pendopo Parasamya Pemkab Sleman, kemarin (13/3).

Setelah dilakukan pembersihan data KPM dengan bersinergi dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Sleman, hingga termin ke tujuh pencairan ditemukan data janggal. Sebagian dari 0,03 persen itu berpenduduk dari Provinsi Jawa Barat.

Tidak mungkin kami berikan, apalagi sebagian bansos bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kabupaten Sleman. Sehingga langsung dicoret dari KPM, katanya. Meski sudah dicoret, pemkab harus mencarikan pengganti KPM.
Angka persentase sasaran bansos BPNT di Sleman tinggi. Meskipun belum mencapai target sasaran, persentase realisasi serapan bansos telah memenuhi target nasional sebesar 96 persen.

Untuk data yang dicoret itu akan digantikan. Saat ini proses validasi masih terus dilakukan, bebernya. Bantuan sembako telah ditransferkan melalui PT Pos senilai Rp 200 ribu per bulan. Pencairan tiga bulan, mulai Januari sampai Maret. Sehingga ditotal Rp 600 ribu.

Selain BPNT, bantuan program keluarga harapan (PKH) juga telah digulirkan melalui transfer Bank Mandiri. Bantuan ini digulirkan dalam dua termin. Termin pertama dan kedua. Dengan sasaran yang ditransfer 30.326 KPM. Kini sudah terealisasi sebanyak 20.964 KPM dengan nilai Rp 28.84 miliar. BPNT dapat ditukarkan sembako melalui e-warong di masing-masing wilayah setempat maupun toko yang sudah ditunjuk untuk pencairan bantuan sembako.

Bansos PKH beragam. Untuk siswa SD Rp 75 ribu dibayarkan sebanyak tiga kali sejak Januari hingga Maret. Begitu juga bansos PKH untuk siswa SMP nilainya Rp 125 ribu per bulan, diberikan tiga kali. Untuk penyaluran bantuan PKH ini masih dalam proses karena top up bantuan baru beberapa hari, tambah Kasi Pemberdayaan Sosial Dinsos Sleman Feri Istanto.

Kemudian untuk bantuan anak yatim piatu dan bantuan kursi roda tergabung dalam program bantuan atensi melalui pengajuan Balai Antasena Kabupaten Magelang.

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat. Dapat membantu meringankan beban ekonomi masyarakat. Terkait data bermasalah, kami akan tegas. Bantuan di Sleman khusus bagi warga Sleman, tegasnya.

Dalam penyerahan bansos, turut hadir anggota Komisi VIII DPR RI My Esti Wijayanti. Dia mengatakan, keberhasilan serapan bansos tidak lepas dari peran pendamping. Bekerja dengan mengedepankan rasa sosial pendamping diharapkan bekerja dengan sungguh-sungguh mensukseskan program-program pemerintah. Bansos kerap kali datanya tidak sesuai. Nah ini peran kita semua, sinergi pemerintah daerah, DPR dan kementerian, komunikasi harus bagus, pesannya. (mel/laz)

Original Source

Topik Menarik