Loading...
Loading…
Ngecat Bareng hingga Siapkan Festival Van Der Wijck

Ngecat Bareng hingga Siapkan Festival Van Der Wijck

Nasional | radarjogja | Senin, 14 Maret 2022 - 07:23

RADAR JOGJA Masyarakat yang terdiri atas pemuda Banyurejo (Tempel), polisi, dinas kebudayaan, komunitas cagar budaya di Sleman bergotong-royong mengecat ulang bangunan peninggalan Belanda kemarin (13/3). Bangunan yang memiliki nama tenar Selokan Van Der Wijck dicat ulang sesuai marwahnya, putih. Kegiatan ini bagian pelestarian cagar budaya inisiasi kelompok masyarakat.

MEITIKA CANDRA LANTIVA, Sleman, Radar Jogja

Sejak pukul 07.00 Minggu pagi kemarin, riuh warga berbondong-bondong menuju Buk Renteng terdengar santer. Dengan mengendarai sepeda motor, mereka membawa perkakas untuk mengecat. Mulai dari kuas kecil hingga berukuran besar. Juga aneka roll dengan sambungan tongkat.

Cat putih berukuran jumbo dibuka. Lantas diaduk dan dituang-tuang ke dalam wadah kecil. Tua, muda hingga anak-anak melakukan gotong-royong, setidaknya diikuti 250 orang. Mereka tampak bersemangat dan bergembira mengerumuni Buk Renteng sepanjang kurang lebih 500 meter.
Buk Renteng ini sudah kumuh. Harus dicat lagi, terang pemuda yang tak lain ketua Pelestarian Cagar Budaya Buk Renteng Dian Satma Putra di lokasi, Minggu (13/3).

Segaris demi segaris kuas melaju dengan lembut menutup dinding lusuh penuh coretan vandalis milik tangan nakal. Kegiatan ini sudah dua kali dilakukan. Yang pertama 2017, katanya.

Awalnya pemuda setempat yang beriniasi. Mereka risih dan prihatin melihat bangunan cagar budaya yang penuh coretan. Lantas swadaya, mereka membeli cat dan juga mendapat dukungan pemerintah kalurahan.

Tahun 2020 sebenarnya akan diadakan lagi. Tapi karena pandemi, ketunda dan barus sekarang dilaksanakan, katanya. Dalam hal ini dia juga menggaet komunitas Info Cegatan Jogja (ICJ). Untuk memenuhi kebutuhan saluran air warisan kolonial itu, membutuhkan cat banyak. Oleh karena itu, dibukalah donasi cat.

Alhamdulillah ada sih yang menyumbang cat, katanya. Donasi juga berupa makanan dan minuman untuk sekadar menjejal isi perut dan menyeka dahaga.
Pengecatan Buk Renteng bukan perkara mudah. Pasalnya, cat vandalis tidak mudah tertutup bila hanya sekali gores. Harus dilakukan beberapa kali sampai dinding benar-benar putih bersih.

Lokasi Buk Renteng ada di Padukuhan Tangisan Banyurejo, Tempel, Sleman. Buk Renteng melintangi Sungai Kali Putih yang muaranya ke Kali Progo. Tepatnya di ujung paling timur, melintas di atas Kali Putih. Buk Renteng memiliki tiga pintu utama yang menghubungkan dengan Padukuhan Plataran, Banyurejo.

Menilik sejarah Buk Renteng, bangunan ini dibangun untuk keperluan sektor pertanian. Sumber airnya dari berbagai aliran. Melintas dari Banyurejo, Tempel menuju selatan wilayah Moyudan.

Bangunan ini dibangun sejak 1909 pada masa Sultan Hamengku Buwono IX. Bangunan ini beberapa kali telah dilakukan rehabilitasi, khususnya pada tempat penamung air yang melintas di atas Kali Putih. Bangunan ini sezaman dengan Selokan Mataram.

Untuk menjaga agar cagar budaya ini lestari dan jauh dari vandalisme, pemuda setempat berkomitmen turut mengawasi. Bila terdapat tangan jahil mencoret-coret bangunan bersejarah ini, akan dilaporkan kepada tokoh masyarakat setempat.

Tak hanya itu, untuk nguri-uri budaya dalam waktu dekat akan diselenggarakan rangkaian festival Van Der Wijck di sekitar Buk Renteng. Festival ini akan menghadirkan berbagai potensi masyarakat setempat. Mulai seni, budaya, kuliner dan hasil pertanian lokal.

Sehingga nilai budaya lebih terangkat, tambah Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman Rakyat Aji Wulantara yang juga hadir di lokasi. (laz)

Original Source

Topik Menarik

{
{
{
{
{