Loading...
Loading…
Dirjen Diktiristek Kunker ke Kampus ITH Parepare

Dirjen Diktiristek Kunker ke Kampus ITH Parepare

Nasional | rakyatku | Senin, 14 Maret 2022 - 07:10

RAKYATKU.COM, PAREPARE - Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Tinggi Riset dan Teknologi (Diktiristek) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), Nizam, melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Kota Parepare, Sulawesi Selatan, Ahad (13/3/2022).

Nizam yang datang bersama rombongan di antaranya Direktur Sumber Daya Dirjen Dikti, Mohammad Sofwan Effendi, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah IX Sulsel, Sulbar, Sultra (Sultanbatara), Andi Lukman, hadir untuk berdiskusi dengan jajaran Institut Teknologi Bacharuddin Jusuf Habibie (ITH), Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare, terkait pengembangan ITH di Parepare.

Pertemuan berlangsung di Rektorat ITH, eks Kantor BKPSDMD Parepare, dan berlanjut peninjauan sarana dan prasarana di Kampus II ITH, eks Gedung Pemuda, Jalan Pemuda, Parepare.

Dalam pertemuan itu terungkap Dirjen Diktiristek sudah menyiapkan anggaran perencanaan pembangunan untuk pengembangan kampus ITH. Selain itu, menguatkan dukungan penuh Dirjen Diktiristek untuk operasional dan pengembangan ITH di Parepare. Bahkan, dikabarkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) ITH untuk tahun ini dianggarkan senilai Rp12 miliar.

Baca Juga :
Dirjen Dikti Siapkan Anggaran Pembangunan Kampus ITH Parepare 12 Milyar

Sementara, Pemkot Parepare menyiapkan bantuan hibah untuk ITH tahun ini senilai Rp1,8 miliar. Itu dengan estimasi untuk membiayai tiga Program Studi (Prodi) di ITH. Masing-masing Prodi dianggarkan Rp600 juta.

"Pastinya semakin tumbuh dan berkembang, semakin banyak mahasiswa tentu supporting akan semakin besar. Kita akan lihat terus perkembangan ITH ke depan," kata Nizam saat meninjau eks Gedung Pemuda yang direncanakan jadi kampus II ITH.

Dukungan ini juga makin menguatkan Parepare menuju Kota Industri Pendidikan. Sebab, mulai tahun ini ITH akan menerima mahasiswa angkatan pertama.

Rektor ITH, Ansar Suyuti, mengatakan proses penerimaan mahasiswa akan dimulai Juni 2022. "Kehadiran Bapak Dirjen Dikti bersama rombongan di Parepare, tentunya akan semakin menguatkan semangat kita untuk mengembangkan ITH. Insyaallah tahun ini mulai menerima mahasiswa. Rencananya, Prodi Matematika akan terima 80 mahasiswa, Sistem Informasi 120 mahasiswa, dan Teknik Informatika 160 mahasiswa," beber Ansar.

Ansar bersama jajaran ITH menerima dan mendampingi Dirjen Diktiristek dan rombongan selama di Parepare.

Baca Juga :
Walikota Taufan Pawe Beri Selamat Atas Pelantikan Ansar Suyuti Jadi Rektor ITBH Parepare

Jajaran Pemkot Parepare juga hadir lengkap menerima dan mendampingi bersama rombongan selama di Parepare. Wakil Wali Kota Parepare, Pangerang Rahim mewakili Wali Kota Parepare, Taufan Pawe, hadir bersama Sekda Kota Parepare, Iwan Asaad, Asisten I, Amina Amin, Asisten II, Suriani, Asisten III, Eko W. Ariyadi, dan jajaran pejabat Pemkot Parepare lainnya. Termasuk Rektor Universitas Muhammadiyah Parepare, M. Nasir, turut hadir.

Hadir selama beberapa jam di Parepare, dimulai pertemuan di Rektorat ITH, kemudian mengunjungi kampus II ITH, dan dijamu santap siang di Restoran Asia, setelah itu rombongan kembali ke Makassar.

Wali Kota Parepare, Taufan Pawe, yang menginisiasi lahirnya ITH, memberi perhatian serius untuk segera beroperasinya ITH. "Insyaallah Parepare akan segera beroperasi dan mewujudkan mimpi-mimpi kita menjadikan Parepare mercusuar pendidikan. Mewujudkan Parepare kota industri tanpa cerobong asap," kata wali kota bergelar doktor ilmu hukum itu dalam beberapa kesempatan.

Sejak dirintis pada 2014, hingga menunggu beroperasinya ITH, Pemkot Parepare, kata Taufan Pawe, tiap tahun menganggarkan untuk ITH, terutama untuk kebutuhan prodi. Karena anggaran untuk satu prodi itu mencapai Rp600 juta.

Menunjang kehadiran ITH, Pemkot Parepare menghibahkan tiga lokasi tanah total seluas 36,2 hektare yang telah bersertifikat kepada Kemendikbudristek. Masing-masing tanah eks Gedung Pemuda seluas 17.100 meter persegi, tanah kantor pemerintah (eks BKPSDMD) 5.886 meter persegi, dan lahan di Kelurahan Lemoe, Kecamatan Bacukiki, seluas 339.892 meter persegi. Total nilai perolehan dari komponen tanah (bersertifikat) untuk dihibahkan senilai Rp14,3 miliar lebih. (*)

Original Source

Topik Menarik