Loading...
Loading…
Kunjungan Kerja ke Perbatasan Kaltara, Nadiem Bahas Kurikulum Merdeka

Kunjungan Kerja ke Perbatasan Kaltara, Nadiem Bahas Kurikulum Merdeka

Nasional | jawapos | Jumat, 11 Maret 2022 - 15:53

JawaPos.com Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim melakukan kunjungan kerja ke wilayah perbatasan di Kalimantan Utara. Di sana dia bertemu pimpinan daerah se-Kalimantan Utara untuk mendengar masukan terkait pendidikan.

Nadiem turut mensosialisasikan kebijakan-kebijakan yang telah diterbitkan kementeriannya melalui program Merdeka Belajar, terutama kebijakan-kebijakan yang lebih berkeadilan sosial bagi daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Inilah saatnya pemerintah pusat dan pemerintah daerah bergerak bersama mewujudkan sumber daya manusia (SDM) unggul melalui Merdeka Belajar terutama untuk kawasan 3T, kata Nadiem kepada wartawan, Jumat (11/3).

Nadiem juga menyempatkan diri mengunjungi Universitas Borneo Tarakan (UBT) untuk meresmikan Gedung Laboratorium dan Perkuliahan Terpadu serta Gedung Laboratorium Sentral Ilmu Hayati.

Seperti arahan Pak Presiden, kita harus membangun Indonesia dari pinggiran. Dari perbatasan kita, dari Sabang sampai Merauke. Kita ingin memastikan bahwa Indonesia itu tidak hanya mengejar ketertinggalan, tapi harapan kami paling tidak pendidikan tinggi di Indonesia menjadi contoh bagi pendidikan di dunia yang akan dibahas pada 10 tahun yang akan datang, imbuhnya.

Baca Juga :
Kunjungan ke Kaltara, Mendikbudristek: Dorong Implementasi Program Merdeka Belajar

Nadiem melanjutkan kunjungan kerjanya berdialog dengan 41 Calon Guru Penggerak di SD Negeri 034 Tarakan. Dia menyampaikan beberapa terobosan-terobosan yang telah diterbitkan Kemendikbudristek melalui Program Merdeka Belajar. Salah satunya, Kurikulum Merdeka dan Platform Merdeka Mengajar.

Saya mengajak Calon Guru Penggerak mengunduh aplikasi Merdeka Mengajar dan mulai baca-baca. Terkait Kurikulum Merdeka, sekolah tidak perlu langsung berubah menjadi Kurikulum Merdeka, bisa bertahap agar transisinya nyaman, jelasnya.

Dalam Kurikulum Merdeka ini, kata Nadiem, tidak ada lagi paksaan bagi sekolah untuk menerapkan kurikulum pembelajaran. Bagaimana bisa terjadi perubahan apabila ada pemaksaan? Dalam Kurikulum Merdeka ini setiap sekolah boleh memilih. Yang mau Kurikulum 2013 silahkan, Kurikulum Darurat silakan, atau Kurikulum Merdeka yang sederhana dan sudah disempurnakan dengan fitur-fitur keren baru, silahkan, imbuh Nadiem.

Original Source

Topik Menarik