Loading...
Loading…
Tambak Udang dan Bandeng Terdampak Rob, Petambak di Indramayu Rugi Miliaran Rupiah

Tambak Udang dan Bandeng Terdampak Rob, Petambak di Indramayu Rugi Miliaran Rupiah

Nasional | ayojakarta | Senin, 08 Juni 2020 - 18:02

INDRAMAYU, AYOJAKARTA.COM -- Banjir air laut (rob) yang menerjang kawasan pesisir Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, membuat nestapa para petambak setempat.

Banjir rob menyapu tambak udang dan ikan bandeng yang selama ini menjadi mata pencaharian penduduk setempat. Kejadian itu menyebabkan petambak merugi miliaran rupiah.

Ketua Dewan Pengurus Daerah Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (DPD KNTI) Kabupaten Indramayu, Carikam mengungkapkan, rob merendam lahan tambakyang tersebar di seluruh kawasan pesisir Indramayu.

Kawasan pesisir yang terdampak seperti Kecamatan Karangampel, Balongan, Sindang, Indramayu, Sukra, Juntinyuat, Losarang, Krangkeng, Cantigi, Lohbener, Arahan,Kandanghaur, Patrol, dan Pasekan.

"Udang dan bandeng yang dibudidayakan petambak hanyut kena banjir rob," ungkapnya.

Luas lahan tambak di Indramayu sendiri sekitar 20.000 hektare. Dia memperkirakan, sebagian besar lahan tambak atau 10.000 hektare terdampak rob.

Tersapunya isi tambak mengakibatkan kerugian bagi para petambak. Carikan menyebut, kerugian sedikitnya mencapai Rp30 miliar.

Nilai itu didasarkan pada rerata aktivitas petambak yang biasanya mengisi 5.000 ekor bibit bandeng atau 30.000 bibit udang vanamei untuk satu hektare tambak.

Sementara, modal produksi pembelian bibit ikan bandeng Rp400/ekor dan bibit udang vanamei Rp40/ekor.

Petambak pun membutuhkan pakan bagi keduanya. Biaya untuk pakan bandeng Rp9.000/kg.

"Selama masa budidaya, untuk 5.000 ekor bandeng/hektare, jumlah kebutuhan pakan mencapai sekitar 2,5 ton," jelasnya.

Untuk pakan udang vanamei, diperlukan biaya Rp13.000/kg. Dengan jumlah 30.000 ekor/hektare, diperlukan total dua kwintal pakan selama masa tanam.

"Dari laporan petambak di berbagai desa dan kecamatan di Indramayu, jumlah kerugian mencapai di atas Rp30 miliar," ungkapnya.

Namun, nilai kerugian tersebut baru dihitung berdasarkan biaya produksi. Dia menyebut, nilai itu belum termasuk kehilangan potensi keuntungan kala panen udang dan bandeng.

Situasi itu pun membuat pihaknya mengharapkan pemerintah memperhatikan kembali kondisi infrastruktur pertambakan di Indramayu.

"Kami harap ada pengurasan saluran atau pemeliharaan sungai dan muara," ujarnya.

Selain itu, pemerintah diharapkan memberi bantuan bibit dan pakan bagi petambak yang terdampak rob untuk kembali memulai aktivitasnya.

Menurutnya, sektor pertambakan selama ini telah berkontribusi besar bagi devisa negara. kabupaten Indramayu disebutnya sebagai penyuplai ikan terbesar di Jawa Barat.(ErikaLia)

Original Source

Topik Menarik

{
{
{
{
{
{
{
{