Loading...
Loading…
2 Proyek Infrastruktur dan 1 Program Pajak Kota Malang Di-Launching Wali Kota Sutiaji Hari Ini

2 Proyek Infrastruktur dan 1 Program Pajak Kota Malang Di-Launching Wali Kota Sutiaji Hari Ini

Nasional | jatimtimes.com | Kamis, 24 Februari 2022 - 14:02

JATIMTIMES - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang semakin optimal memberikan fasilitas publik dan layanan kepada masyarakat. Mulai dari infrastruktur, pendidikan, hingga proses layanan pembayaran pajak.

Hal itu ditandai dengan launching Jembatan Tlogomas untuk akses pengendara jalan. Kemudian tiga sekolah baru, yakni SMP 28, SMP 29, dan SMP 30 Malang. Juga surat pemberitahuan pajak terhutang pajak bumi bangunan (SPPT PBB) tahun 2022. Ketiganya secara langsung diresmikan Wali Kota Malang Sutiaji, Kamis (24/2/2022).

Dalam peresmian ini, secara khusus Sutiaji memberikan nama khusus untuk jembatan alternatif Jl Raya Tlogomas ke Jl Saxophone itu, yakni 'Jembatan Tunggulmas'. Nama ini dimaksudkan sebagai akses penghubung antara Kelurahan Tunggulwulung dan Kelurahan Tlogomas atau sebaliknya.

"Per hari ini Jembatan Tlogomas secara resmi bisa dimanfaatkan seluruh masyarakat Bhumi Arema maupun pelintas jalan. Jembatan ini kami beri nama Tunggulmas , penghubung antara Kelurahan Tunggulwulung-Tlogomas dan sebaliknya," ujar Sutiaji.

Kehadiran Jembatan Tlogomas ini sebagai salah satu upaya Pemkot Malang dalam mengurai kemacetan, khususnya di wilayah barat Kota Malang. Meski sudah dapat dilalui kendaraan, di masa pembukaan awal ini ada beberapa sarana prasarana yang akan dilengkapi. Misalnya pemasangan alat kedip, pemasangan rambu hati-hati.

Baca Juga :
Pemkot Malang Siap Garap 199 Proyek Konstruksi pada 2022

Kemudian, berkaitan dengan marka jalan yang di area jembatan berupa garis lurus nantinya akan dibuat putus-putus. "Ada lagi juga perlu penyempurnaan bagian belokan sana bisa diperluas, agar agak landai," imbuhnya.

Tak hanya untuk memberikan akses kemudahan jalan dan mengurai kemacetan, Jembatan Tunggulmas ini juga untuk peningkatan perekonomian di seputar wilayah tersebut. "Sehingga harapannya pengguna jalan bisa menikmati Jembatan Tunggulmas ini. Supaya juga sektor ekonomi tumbuh bagus," terang Sutiaji.

Sementara, berkaitan dengan hadirnya tiga sekolah baru, Sutiaji mengatakan sebagai salah satu upaya Pemkot Malang dalam meningkatkan literasi terhadap anak-anak. Terlebih dengan adanya sistem zonasi, maka dinilai akan memudahkan anak-anak dalam mendapatkan akses pendidikan.

"Ini akses pendidikan agar lebih memudahkan masyarakat bersekolah di tempatnya dan dijamin kualitasnya tidak kalah dengan pendidikan-pendidikan yang ada di tengah kota," terang Sutiaji.

Baca Juga :
Kejari Kota Malang, Launching Penetapan Rumah RJ di Kelurahan Oro – Oro Dowo.

Sedangkan launching SPPT-PBB tahun 2022 sebagai satu upaya memberikan pemahaman dan kesadaran masyarakat untuk membayar pajak. Hal itu dilakukan guna meningkatkan capaian pendapatan asli daerah (PAD).

"Semakin terliterasi masyarakat akan kuat menjalankan kewajiban, maka pembangunan akan semakin ballance. Pembangunan di sektor apa pun akan semakin kuat. Salah satu literasi itu dibarengi dengan perilaku agar sadar pajak," tandas Sutiaji.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang, Erik Setyo Santoso mengatakan, esensi inti dari ketiga kegiatan kali ini diharapkan mampu diimplementasikan menjadi sebuah outcome nilai yang terukur. Sehingga, akan pula menunjukkan progres pertumbuhan pembangunan yang baik di Kota Malang.

Berkaitan dengan rincian sederet proyek yang di-launching kali ini. Erik menyatakan Jembatan Tunggulmas ini memiliki panjang 314 meter dengan menelan anggaran sebesar Rp 39,7 miliar dengan waktu pengerjaan 170 hari kalender.

Kemudian, bangunan sekolah baru SMPN 28 di Jl Sadewo No 39 Kelurahan Polehan menelan anggaran Rp 7,4 miliar dengan hasil 2 lantai bangunan dan 42 ruangan, halaman dan pos jaga sebagai bangunan pelengkap.

Gedung SMPN 29 Malang di Jl Kolonel Sugiono, Kelurahan Gadang, menghabiskan anggaran Rp 9,7 Miliar dengan 2 lantai bangunan dan 27 ruangan. Sedangkan SMPN 30 Malang di Kelurahan Mulyorejo menghabiskan anggaran Rp 10,7 Miliar dengan hasil 2 lantai bangunan dan 22 ruangan.

Sementara, aunching SPPT PBB tahun 2022 ini ditargetkan mampu menyumbangkan pendapatan daerah di sektor pajak senilai Rp 90 miliar.

"Selain itu, dalam rangka optimalisasi capaian target pajak di tahun 2022. Beberapa langkah lainnya ditempuh, seperti pemasangan alat perekam pajak online (e-tax), penguatan sosialisasi pada WP (wajib pajak), kegiatan tahunan gebyar sadar pajak serta yang terkini program ghosting objek pajak restoran," pungkasnya.

Original Source

Topik Menarik

{