Loading...
Loading…
Asal Sudah Divaksin Dan Tak Miliki Komorbid Perintah Pak Luhut, Silakan Jalan-jalan

Asal Sudah Divaksin Dan Tak Miliki Komorbid Perintah Pak Luhut, Silakan Jalan-jalan

Nasional | rm.id | Selasa, 15 Februari 2022 - 08:45

Untuk mencegah penularan Covid-19, biasanya, pemerintah menganjurkan agar masyarakat diam di rumah saja. Tapi, kemarin, panglima PPKM Jawa-Bali, Luhut Binsar Pandjaitan, justru memerintahkan warga jalan-jalan saja. Syaratnya; sudah divaksin lengkap dan tidak memiliki komorbid alias penyakit penyerta. Menanggapi anjuran ini, warganet sorak sorai.

Dasar Luhut bolehin warga yang sudah divaksin lengkap jalan-jalan, adalah data kasus kematian. Dia bilang, 60 persen pasien Omicron yang meninggal dunia merupakan orang-orang yang belum divaksin. Sisanya, meninggal karena penyakit penyerta atau komorbid dan lanjut usia.

Enam puluh persen kalau saya gak keliru tadi, kata Luhut dalam konferensi pers yang digelar kemarin.

Karena itu, Luhut mengimbau warga tak perlu khawatir berlebihan. Asal sudah divaksin lengkap dan tak punya penyakit bawaan, silakan jalan-jalan.

Jalan-jalan saja. Nggak ada yang perlu dikhawatirkan berlebihan, tandasnya.

Menko Kemaritiman dan Investasi ini memastikan belum ada rencana untuk memperketat pengawasan aktifitas warga. Menurutnya, pemerintah malah sedang berupaya melakukan pelonggaran.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memperkuat pernyataan Luhut, benar ada 3 kelompok yang mengalami gejala berat jika terinfeksi Omicron. Pertama, sudah tua; kedua, komorbid; ketiga, belum divaksin lengkap.

Ini yang bisa kita lakukan, vaksin cepat-cepat, imbau Menkes, kemarin.

Ia juga membenarkan, pasien Covid- 19 yang meninggal atau masuk ICU, 60 persen lebih belum divaksinasi atau belum divaksin lengkap.

Di dunia maya, berita ini langsung disambut hangat warganet. Akun @ towekk adalah salah satu netizen yang dengan senang dibolehin jalan-jalan sama Luhut. Siap.. Noted. Boleh mudik berarti, simpulnya. Siap pak Luhut idolaku sang pemimpin antariksa, timpal @ Efebeeri .

Tapi akun @ _robertoady mengaku punya kendala, meskipun sudah vaksin lengkap dan tak punya komorbid. Vaksin lengkap sudah, booster sudah, komorbid ga punya, opung Luhut ongkosinlah, pengen jalan-jalan, rayunya.

Tapi, ada juga netizen yang sewot. Akun @ 13_iwaN mengaku, meskipun sudah vaksin lengkap, pelancong masih harus ngeluarin duit buat tes. Selama masih disuruh antigen terus kalo mau jalan-jalan ya sama aja, tekornya sama. Situ enak bisnis, kesalnya. Kalo ga jalan-jalan kan gak lakuuuuuuuu PCR nyaaaaaaa, sentil @ aa_thir13enth

Akun @ ericvanderboy malah merespons kejengkelan netizen dengan candaan. Jalan jalan saja nanti saya sediakan SWAB dadakan & kasih +, guyonnya dengan emoji ketawa. Saya jalan-jalan okeh nih pak jadinya walaupun swab positif? Apa gimana sih konsepnya tuh. Butuh healing nih, sahut @ opi_ovita , bingung.

Akun @ gadasakti tidak kalah bingung. Karena ia masih berpegang teguh sama omongan Presiden Jokowi yang meminta untuk mengurangi aktivitas di luar rumah. Pak Luhut, bukannya Pak Presiden justru bilang kurangi aktivitas luar rumah yang tidak perlu? Klo Bapak bilang jalan-jalan saja, itu kan kontra sama statement Pak Presiden. Mbok ya jangan gitu, Pak, tulisnya. Bentar lagi pasti omongannya ada yang direvisi, prediksi @ Fitrianto2000 . Semoga cukup konsisten, mengingat sebentar lagi puasa, harap @ ArdiSaputro1999 .

Akun @ wurrymomtide masih ragu sama omongan Luhut sama Menkes, bahwa orang yang sudah divaksin lengkap boleh jalan-jalan. Pasalnya, ada yang beberapa karyawannya yang sudah divaksin lengkap plus booster malah drop kesehatannya.

Beberapa karyawan sudah 2 x vaksin plus booster kemarin 2 dirawat karena sesak napas positif omicron dan 3 isolasi mandiri gimana bisa bebas jalan-jalan, tanya dia. Bohong, temen ku 2x vaksin sudah booster dan ga ada komorbid masih ++ orang nya di wisma atlet noh rebahan, timpal @ tteokkpoki . Jalan-jalan dari Hong Kong, Ngurus 1 orang yang sekarang kena covid aja udah mumet. Padahal udah 2x vaksin pakai AZ, kicau @ G_Junaidi . [SAR]

Original Source

Topik Menarik