Loading...
Loading…
Gelombang Radio Misterius Bingungkan Para Astronot

Gelombang Radio Misterius Bingungkan Para Astronot

Nasional | republika | Kamis, 27 Januari 2022 - 06:09
Ilustrasi yang menunjukan seperti apa objek itu jika magnetar. Gambar: ICRA.
Ilustrasi yang menunjukan seperti apa objek itu jika magnetar. Gambar: ICRA.

ANTARIKSA -- Sebuah tim yang memetakan gelombang radio di alam semesta telah menemukan sesuatu yang tidak biasa. Objek asing itu melepaskan ledakan energi raksasa tiga kali dalam satu jam. Gelombang energi itu tidak pernah dilihat oleh para astronom manapun sebelumnya.

Tim yang menemukannya menduga itu bisa jadi bintang neutron atau puing putih yang merupakan inti bintang yang runtuh dengan medan magnet yang sangat kuat. Berputar di ruang angkasa, objek aneh itu mengirimkan seberkas radiasi yang melintasi garis pandang Bumi, 20 kali dalam tubuh satu menit. Itu adalah salah satu sumber radio paling kuat di langit.

Ahli astrofisika Dr Natasha Hurley-Walker, dari Universitas Curtin, node dari Pusat Penelitian Astronomi Radio Internasional, memimpin tim yang meneliti penemuan itu. "Objek ini muncul dan menghilang selama beberapa jam selama pengamatan kami," katanya seperti dilansir Phys.org, Rabu, 27 Januari 2022.

"Itu benar-benar tidak terduga. Itu agak menakutkan bagi seorang astronom karena tidak ada yang diketahui di langit yang (bisa) melakukan itu. Dan itu benar-benar cukup dekat dengan kita, sekitar 4.000 tahun cahaya jauhnya. Itu ada di halaman belakang galaksi kita," kata dia.

Objek itu ditemukan pertama kali oleh mahasiswa Curtin University, Tyrone O\'Doherty menggunakan teleskop Murchison Widefield Array (MWA) di pedalaman Australia Barat. "Sangat menarik bahwa sumber yang saya identifikasi tahun lalu ternyata menjadi objek yang aneh," kata O\'Doherty, yang sekarang belajar untuk gelar PhD di Curtin.

"Bidang pandang MWA yang luas dan sensitivitas ekstrem sempurna mampu mengamati seluruh langit dan mendeteksi hal-hal yang tidak terduga."

Objek yang menyala dan kemudian mati di alam semesta bukanlah hal baru bagi para astronom. Itu disebut transien. Ahli astrofisika ICRAR-Curtin, Dr Gemma Anderson mengatakan, saat mempelajari transien, peneliti melihat kematian sebuah bintang masif atau aktivitas sisa-sisa yang ditinggalkannya.

Transien lambat seperti supernova yang bisa muncul dalam beberapa hari dan menghilang setelah beberapa bulan. Transien cepat, seperti jenis bintang neutron yang disebut pulsar, berkedip dan mati dalam milidetik atau detik. Tetapi, kata Anderson, menemukan sesuatu yang menyala selama satu menit benar-benar aneh.

Dia mengatakan, objek misterius itu sangat terang dan lebih kecil dari matahari dan memancarkan gelombang radio terpolarisasi tinggi. Hal itu menunjukkan bahwa objek tersebut memiliki medan magnet yang sangat kuat.

Hurley-Walker mengatakan, objek itu cocok dengan sesuatu yang diprediksi astrofisika ada, yaitu magnetar periode ultra-panjang. "Ini adalah jenis bintang neutron yang berputar perlahan yang secara teoritis diprediksi ada," katanya.

"Tapi tidak ada yang menyangka bisa mendeteksi secara langsung seperti ini karena kami tidak menyangka itu begitu terang. Entah bagaimana dia mengubah energi magnet menjadi gelombang radio yang jauh lebih efektif daripada apa pun yang pernah kita lihat sebelumnya."

Hurley-Walker sekarang memantau objek tersebut dengan MWA untuk melihat apakah dia akan aktif kembali. "Jika ya, ada teleskop di belahan bumi selatan dan bahkan di orbit yang bisa menunjuk langsung ke sana," katanya.

Hurley berencana mencari lebih banyak objek tidak biasa ini di arsip MWA yang luas. "Deteksi lebih lanjut akan memberi tahu para astronom apakah ini peristiwa langka yang hanya terjadi satu kali atau populasi baru yang besar yang belum pernah kita perhatikan sebelumnya," katanya.

Direktur MWA, Profesor Steven Tingay, mengatakan teleskop tersebut merupakan instrumen pendahulu untuk Square Kilometer Array. SKA adalah sebuah inisiatif global untuk membangun teleskop radio terbesar dunia di Australia Barat dan Afrika Selatan.

"Adalah fakta bahwa kami telah mampu mengumpulkan dan menyimpan semua data yang dihasilkan MWA selama hampir satu dekade terakhir di Pusat Komputer Super Riset Pawsey," katanya. Menurut Tingay, tidak diragukan lagi, ada lebih banyak objek berharga yang akan ditemukan oleh MWA dan SKA di tahun-tahun mendatang.

Murchison Widefield Array terletak di Murchison Radio-astronomy Observatory di Australia Barat. Observatorium ini dikelola oleh CSIRO, badan sains nasional Australia.

Original Source

Topik Menarik