Loading...
Loading…
5 Fakta Kelam Human Zoo, Kebun Binatang Zaman Kolonial

5 Fakta Kelam Human Zoo, Kebun Binatang Zaman Kolonial

Nasional | riau24.com | Sabtu, 22 Januari 2022 - 18:35

RIAU24.COM- 1. Konsep human zoo pertama kali digagas oleh kaisar dari Aztec.

Pada waktu itu, orang-orang Amerika dan negara-negara Eropa memang memiliki kecenderungan memamerkan musuh yang telah dikalahkan di depan publik dengan tujuan mempermalukan musuh. Tetapi, Montezuma lebih tertarik pada anomali genetik dan orang yang memiliki keunikan, menurut penjelasan buku Social Psychology and Human Nature. Biasanya, Montezuma menampung albino, orang kifosus, hingga orang-orang kerdil di kebun binatangnya bersama dengan berbagai hewan.

2. Columbus menculik penduduk asli Amerika untuk diarak keliling Eropa.

Memang, Columbus tidak menampilkannya dalam sebuah kebun binatang manusia. Namun, konsep ini sama kejinya dengan kebun binatang manusia. Menurut laman The Telegraph, kelompok pertama dari budak-budak ini meninggal hanya dalam enam bulan, tapi itu tidak menghentikan kekejaman Columbus. Dia tetap melakukan penyerangan dan menewaskan banyak penduduk asli Amerika.

3. Amerika membawa suku Igorot setelah menang perang melawan Filipina.

Dikutip dari laman National Public Radio, suku Igorot yang ada di pameran dipaksa untuk membunuh dan menyembelih anjing secara konstan untuk hiburan para penonton. Sementara makan anjing adalah hal yang sensasional bagi penonton barat, itu juga merupakan representasi yang keliru, karena suku Igorot hanya memakan anjing untuk alasan seremonial. Pertunjukan yang dimulai pada tahun 1905 ini, akhirnya berhenti pada tahun 1914 akibat protes dari pemerintah Filipina.

Baca Juga :
Anak Kedua Lahir, Raffi Ahmad dan Nagita Slavina Hadiahkan Bangun Kebun Binatang

zxc1

4. Perempuan Afrika dengan steatopygia ditampilkan di human zoo Eropa.

Melansir dari laman List Verse, sesampainya di Eropa, nama Sartje diganti menjadi Sarah Bartman untuk menghapus identitas lamanya. Sartje memiliki kondisi yang dikenal sebagai steatopygia, yaitu terdapat penumpukan lemak yang besar di sekitar pantat dan alat kelamin. Sartje kemudian ditampilkan di seluruh Eropa, kadang-kadang sampai 11 jam sehari dan kebanyakan dalam keadaan telanjang, agar pengunjung bisa melihat fisiknya yang berbeda.

5. Bahkan, anak-anak juga ditampilkan.

Perlakukan tidak manusiawi ini membunyikan 'alarm' para pemuka agama. Sejumlah pendeta terkemuka blak-blakan tentang apa

Postingan di sosial media Instgram yang menjelaskan mengnenai fakta kebun binatan zaman kolonial ini dibagikan melalui akun sosial media Instagram milik @top5.id (15/12/2021). Setidaknya postingan tersebut telah mendapatkan sebanyak kurang lebih Seribu tanda suka

Baca Juga :
Tragis! Harimau Bernama Eko Mati Ditembak Seusai Gigit Petugas Kebun Binatang

@gabrieladyah : Sekarang Amerika di dominasi kulit item

zxc2

@adiputra4997 : Sungguh bangsa eropa yg beradab, sampai ada yg tergila2 sama bangsa eropa, seolah paling maju. Kalau lihat fakta ini, malah bangsa eropa cacat peradaban, dan masa2 kelam sejarah manusia.

@stanley.carmichael7 : Bangsa barat yg melakukannya

@mantab_bujank99 : Pencipta HAM nih boss, senggol dong

Original Source

Topik Menarik

{