Loading...
Loading…
KPK Menduga Hakim PN Surabaya Terima Banyak Uang Suap, Waduh!

KPK Menduga Hakim PN Surabaya Terima Banyak Uang Suap, Waduh!

Nasional | genpi.co | Jumat, 21 Januari 2022 - 03:50

GenPI.co - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar konferensi pers terkait kasus dugaan suap yang menyeret hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Itong Isnaeni Hidayat.

Menurut Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango, Itong diduga menerima banyak uang dari pihak-pihak yang memiliki banyak perkara di PN Surabaya.

Selain itu, Nawawi juga mengatakan bahwa dugaan tersebut akan terus didalami oleb lembaga antirasuah dalam proses penyidikan berjalan.

"KPK menduga tersangka Itong juga menerima pemberian lain dari pihak-pihak yang berperkara di PN Surabaya. Hal ini akan didalami lebih lanjut oleh tim penyidik," ujar Nawawi di Gedung Merah Putih, Kamis (20/1).

Seperti diketahui, Itong ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK atas dugaan penerimaan suap dari pengacara PT Soyu Giri Primedika (SGP) Hendro Kasiono.

Menurut Nawawi, pihaknya menduga ada janji pemberian uang sebesar Rp1,3 miliar terkait pengurusan perkara tersebut.

Namun demikian, KPK baru menemukan dan menyita uang Rp.140 juta sebagai tanda kesepakatan ditemukan pada saat operasi tangkap tangan (OTT).

Penerimaan uang tersebut melibatkan perantara atau rekan dari Itong, yakni Panitera Pengganti di PN Surabaya bernama Hamdan.

Kini, Itong dan Hamdan disangkakan melanggar Pasal 12 huruf c atau Pasal 11 Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Sementara itu, Hendro disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 13 UU Tipikor Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Ketiga tersangka juga ditahan untuk 20 hari pertama terhitung sejak 20 Januari hingga 8 Februari 2022.

Itong ditahan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) KPK pada Kavling C1. Kemudian, Hamdan akan ditahan di Rutan Polres Jakarta Timur. Sedangkan Hendro, ditahan di Rutan Polres Metro Jakarta Pusat.(*)

Video heboh hari ini:

Original Source

Topik Menarik

{