Epidemiolog Sebut Puncak Omicron Indonesia Terjadi Februari–Maret

Nasional | jawapos | Published at Minggu, 09 Januari 2022 - 22:42
Epidemiolog Sebut Puncak Omicron Indonesia Terjadi Februari–Maret

JawaPos.com Kasus Covid-19 Omicron mulai menyumbang kenaikan jumlah pasien di rumah sakit Wisma Atlet. Terutama kasus terjadi disumbang pelaku perjalanan dari luar negeri.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sebelumnya memprediksi puncak Omicron akan terjadi pada akhir Januari usai libur Natal dan Tahun Baru. Benarkah demikian?

Epidemiolog dari Griffith University Australia Dicky Budiman memprediksi agak berbeda. Puncak kasus Omicron di tanah air justru diprediksi lebih mundur.

Menurut Dicky, berkaca dari kasus varian Delta di India saat itu yang terjadi pada MaretApril. Indonesia justru baru mencapai puncaknya saat JuniJuli 2021.

Saya sudah katakan sejak awal bahwa varian Omicron tak ringan ya. Bahkan sama juga bisa menyebabkan kasus kematian. Di Australua terjadi juga bahkan seorang atlet 23 tahun, dan tak ada komorbid, serta sudah vaksinasi 2 dosis, kata Dicky kepada JawaPos.com , Minggu (9/1).

Dicky menjelaskan, tak ada istilah gejala ringan. Sebab, semua varian tetap bisa menyebabkan 1 persen fatalitas atau kematian dan bisa menyebabkan pasienmasuk ICU.

Dengan adanya orang yang sudah divaksinasi, kata dia, jumlah orang yang memiliki imunitas makin banyak. Akan tetapi di sisi lain, varian Omicron mampu mereinfeksi seseorang terinfeksi kembali.

Maka ini akan sangat rawan. Banyak orang abai maskernya, ucap Dicky.

Karena itu, kata dia, Indonesia selalu terlambat dalam hal puncak kasus Covid-19. Sebab hal itu dipengaruhi kondisi geografis dan demografis masyarakat.

Indonesia ini terlambat puncak kasusnya. Menurut saya puncak bukan Januari. Kita ini beda dari sisi demografis dan geografis, jelas Dicky.

Menurut Dicky, puncak kasus akan tertjadi pada Februari hingga Maret. Sebab periode itu, imunitas masyarakat yang divaksinasi mulai turun, sementara populasi masih berjuang menghadapi varian Delta dan Omicron.

Yang rawan itu justru FebruariMaret. Periode itu masyarakat yang sudah divaksin makin menurun imunitasnya. Di situlah Delta dan Omicron bisa masuk kalau kita tak melakukan mitigasi, terang Dicky.

Artikel Asli