Pengusutan Jual-Beli Lahan Pemda di Trawangan Jadi Prioritas Kejati NTB

Nasional | lombokpost | Published at Minggu, 09 Januari 2022 - 22:23
Pengusutan Jual-Beli Lahan Pemda di Trawangan Jadi Prioritas Kejati NTB

MATARAM Penanganan kasus dugaan penyewaan dan penjualan lahan Pemprov NTB di Gili Trawangan menjadi salah satu prioritas Kejati NTB. Apalagi ada indikasi para pengusaha bisa mendirikan bangunan di atas lahan tersebut menyetorkan sewa atau jual beli ke oknum-oknum tertentu.Itu dibuktikan dengan adanya bukti kuitansi.Ditemukan harga sewa Rp 800 juta hingga Rp 1 miliar per tahunnya. Aliran uang sewa itu diduga dinikmati oknum tertentu.

Kasus ini jadi prioritas untuk diselesaikan. Karena aliran uang sewa lahan mengalir ke oknum-oknum tertentu, kata Kajati NTB Tomo Sitepu.

Tomo mengatakan, kasus tersebut rencananya akan dialihkan penanganannya ke Bidang Pidana Khusus. Agar proses penyelidikannya bisa lebih kuat. Kalau di bidang Pidsus, nanti bisa kita lakukan pemanggilan paksa, ujarnya.

Sebelumnya penanganan kasus ini tersendat. Para saksi yang dipanggil penyelidik Bidang Intelijen Kejati NTB tidak hadir. Proses penyelidikan tetap dilanjutkan, kata Tomo.

Diketahui, pengusutan kasus tersebut berawal dari laporan masyarakat. Dimana lahan seluas 65 hektare milik Pemprov NTB itu pernah dikerjasamakan dengan PT Gili Trawangan Indah (GTI) sejak tahun 1995. Artinya secara hukum yang berhak mengelola lahan tersebut adalah PT GTI.Tetapi, tiba-tiba muncul pengusaha mendirikan beberapa bangunan di atas lahan tersebut tanpa persetujuan dari PT GTI.

Yang menjadi pertanyaan, selama bangunan berdiri dengan menyewa lahan di atas lahan eks PT GTI itu dikemanakan. Jumlah sewa per tahunnya mencapai ratusan juta hingga miliaran rupiah. Makanya melalui penyelidikan itu nanti bisa ada gambarannya, ujarnya.

Sejauh ini penyelidik sudah mengantongi beberapa bukti dokumen. Salah satunya bukti kuitansi pembayaran sewa. Uangnya kemana masih kita telusuri, tutupnya. (arl/r1)

Artikel Asli