Dianggap Intoleran, Bupati Lumajang Perintahkan Cari Penendang Sesaji di Kawasan Erupsi Semeru

Nasional | jatimtimes.com | Published at Minggu, 09 Januari 2022 - 19:58
Dianggap Intoleran,  Bupati Lumajang Perintahkan Cari Penendang Sesaji di Kawasan Erupsi Semeru

JATIMTIMES - Bupati Lumajang Thoriqul Haq merasa gerah dengan adanya tayangan video berdurasi 30 detik yang menggambarkan aksi seorang lelaki menendang sesaji di kawasan erupsi Gunung Semeru. Video yang viral di berbagai media sosial tersebut dinilai telah mencederai toleransi umat beragama dan kedamaian yang sudah dibangun warga Lumajang selama ini.

Teman-teman aparat dan relawan saya minta segera menemukan siapa orang itu dan dari kelompok mana, ujar bupati Lumajang yang akrab dipanggil dengan sebutan Cak Thoriq ini.

Cak Thoriq meminta agar yang bersangkutan melakukan klarifikasi agar tidak mengganggu kedamaian warga Lumajang. Hal ini harus segera diselesaikan agar tidak berlarut-larut.

Sampai sekarang belum ketemu pelakunya. Saya berharap ini segera selesai, tukas bupati.

Cak Thoriq memastikan bahwa orang yang menendang sesaji itu bukanlah orang Lumajang. Namun Cak Thoriq juga mengaku belum mengetahui identitas pelaku. Ia berharap ada pemahaman bagi semua pihak, termasuk relawan dan warga yang datang ke Lumajang, bahwa prioritas utama adalah kemanusian, bukan yang lainnya.

Ini orang luar yang datang ke Lumajang, apa pun motifnya. Jika datang ke Lumajang sebagai bagian dari relawan, tentu saya sangat kecewa dengan tindakan itu. Itu melanggar tata nilai. Saat ini kami hidup berdampingan dengan seluruh umat beragama dan seluruh suku yang ada di Kabupaten Lumajang, ungkap Cak Thoriq.

Video yang menghebohkan warga tersebut memperlihatkan seorang lelaki berjenggot mengenakan rompi hitam dengan bendera Merah Putih kecil di dadanya. Dia juga mengenakan terusan warna abu-abu dengan peci warna hitam.

Lelaki dalam video tersebut mengatakan bahwa sesaji itu akan mengundang murka Allah. Tak lama kemudian, lelaki tersebut melempar sesaji ke jurang dan menendang sebagian sesaji. Setelah berkacak pinggang, lelaki tersebut pergi sambil mengucapkan takbir.

Artikel Asli