Polisi Belum Terima Laporan Dugaan Perdagangan Manusia di Makassar

Nasional | jawapos | Published at Minggu, 09 Januari 2022 - 19:26
Polisi Belum Terima Laporan Dugaan Perdagangan Manusia di Makassar

JawaPos.com Polsek Panakukang menyatakan, belum menerima pelaporan dugaan kasus perdagangan manusia disertai penyiraman air keras terhadap anak seperti yang ramai diberitakan media.

Belum ada laporannya masuk. Yang ada itu korban mengalami luka bakar karena tersengat listrik. Itu berdasar hasil visum, kata Kapolsek Panakukang Kompol Andi Ali Surya seperti dilansir dari Antara di Makassar, Minggu (9/1).

Kasus dugaan kekerasan terhadap anak perempuan berinisial RN pelajar SMP berusia 15 tahun yang disiram air keras, pada pertengahan Desember 2021 di Kelurahan Pampang, Kecamatan Panakukang. Koraban dikabarkan akan diperdagangkan oknum tertentu ke luar daerah.

Berkaitan dengan kasus tersebut, kata Kompol Surya, belum mendapatkan laporan resmi dari pihak keluarga korban. Namun demikian, bila mana benar terjadi dan akan dilaporkan, Polsek Panakukang akan berkolaborasi dengan Unit Pelayanan Perempuan, Perlindungan Anak dan Perempuan (PPA) Polrestabes Makassar.

Kalau mereka (keluarga) mau melapor humantrafficking , Polsek akan siap menangani kasus itu dan berkolaborasi dengan tim penyidik unit PPA Polrestabes, papar Surya.

Sebelumnya, Unit Pelaksana Tugas (UPT) Perlindungan Perempuan Anak (PPA), Pemerintah Kota Makassar, telah bergerak cepat menindaklanjuti kasus dugaan penjualan manusia atau human trafficking disertai kekerasan yakni disiram air keras kepada korban.

Kami menduga korban human trafficking (perdaganganmanusia). Setelah kami telusuri dan menanyakan kronologis kejadian kepada keluarganya. Dari situ ditemukan beberapa anak terkumpul dari sejumlah daerah, selain Kota Makassar, ungkap Kepala Dinas PPA Makassar Achi Solaeman.

Saat ini, korban RN sedang dirawat intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Daya. Sekujur tubuhnya mengalami luka bakar usai disiram air keras oleh pelaku yang kini sedang diselidiki pihak kepolisian.

Kasus tersebut terkuak setelah PPA menerima laporan dari selter warga, kemudian ditindaklanjuti segera. Dugaan kasus itu adalah penjualan manusia. Sebab, korban mengaku akan dibawa ke Kabupaten Sidrap, Sulsel, tapi tidak berhasil karena digagalkan keluarganya.

Untuk penanganan lebih lanjut, kata dia, PPA akan fokus dulu melakukan pendampingan dari segi kesehatan. Sebab, kondisi korban mengalami luka bakar dampak siraman air keras. Selain itu, upaya memperbaiki kondisi psikologis juga tetap dilakukan.

Artikel Asli