Andalan dari Kuba Belum Nyetel, Gresik Petrokimia Tumbang

Nasional | jawapos | Published at Minggu, 09 Januari 2022 - 18:47
Andalan dari Kuba Belum Nyetel, Gresik Petrokimia Tumbang

JawaPos.com- Tim putri Gresik Petrokimia Pupuk Indonesia belum bisa berbicara banyak di laga perdana Proliga 2022. Kemarin (8/1) tim Kota Pudak itu takluk tiga set langsung 0-3 (24-26, 23-25, 16-25) oleh Jakarta Pertamina Fastron di Padepokan Voli Jenderal Polisi Kunarto, Sentul.

Pelatih Gresik Ayub Hidayat menyebut beberapa alasan timnya keok di laga pembuka. Pertama, tim masih dalam tahap penyatuan pemain. Tim ini merupakan kolaborasi junior dan senior, ucap Ayub.

Kedua, pemainnya masih melakukan banyak kesalahan mendasar seperti servis yang gagal dan banyak mati sendiri. Ketiga, pemain asingnya, Jennifer Yanet Alvarez, belum nyetel 100 persen dengan tim.

Menurut Ayub, Jennifer mengalami berbagai kendala. Jennifer sebetulnya berada di Indonesia sejak tiga pekan lalu. Pasca menjalani karantina 10 hari, eh Jennifer malah kena cacar air. Situasi itu membuat pemain asal Kuba tersebut istirahat lagi selama sepekan. Praktis, kebersamaan Jennifer bersama tim kurang dari sepekan.

Ada waktu terbuang. Otomatis dia (Jennifer, Red) belum bisa maksimal. Harapan kami, dengan waktu yang ada bisa semakin bagus, ujar Ayub.

Dalam laga kemarin, Petrokimia sebetulnya bisa memepet poin Pertamina. Di dua set awal, skor kekalahan pun hanya dua poin. Di awal mulai bisa mengimbangi. Tetapi, setelah ada kesalahan langsung turun. Jadi, kestabilan performa nanti kami perbaiki, terang Ayub.

Petrokimia memang harus berbenah. Sebab, Sabtu (15/1) Petrokimia bakal menghadapi Bandung BJB Tandamata. Selain itu, Ayub menjelaskan bahwa satu pemain asingnya, Yulia Grigoryeva, belum bisa bergabung dalam waktu dekat.

Yulia masih proses mengurus izin tinggal. Yulia baru datang ke Indonesia sekitar Rabu (12/1) atau Kamis (13/1) mendatang. Artinya, pemain asal Rusia itu baru bisa bergabung dengan tim pada minggu keempat putaran pertama.

Sementara itu, pelatih Jakarta Pertamina Fastron Octavian juga belum puas meski menang. Menurut dia, tim masih perlu adaptasi setter yang belum padu untuk bola cepat.

Kapten tim Pertamina Agustin Wulandari mengakui masih banyak koreksi. Agustin menilai, tim banyak melakukan kesalahan sendiri dan salah komunikasi. Terutama dengan pemain asing Prisilla Altagracia Rivera dan Niverka Dharlenis Marte. Jadi, masih banyak yang perlu kami perbaiki ya, ujar Agustin.

Di laga sektor putra, Bogor Lavani memenangkan duel bertajuk tim debutan saat melawan Kudus Sukun Badak dengan skor 3-1 (25-17, 29-31, 26-24, 25-16). Pemain Bogor Lavani Dio Zulfikri menyatakan, masih banyak yang harus dibenahi.

Kami sempat leading jauh dan dikejar karena kesalahan sendiri, terutama di passing. Itu harus diperbiki karena mumpung ini masih awal, kata Dio.

Menjadi bagian di tim baru seperti Bogor Lavani menjadi suatu tantangan tersendiri bagi Dio yang sebelumnya bermain untuk Jakarta BNI 46. Tapi, kami nikmati saja setiap prosesnya dan bisa membagi pengalaman buat pemain junior. Apalagi, turnamen ini (Proliga, Red) jadi seleksi skuad SEA Games, tutur Dio.

Pelatih Kudus Sukun Badak Ruhadi Mulyo mengakui bahwa lawan lebih unggul. Apalagi, Lavani sudah diperkuat dua pemain asingnya, Jorge Gonzales Garcia dan Leandro Martinus da Silva. Sedangkan timnya belum bisa menurunkan pemain asing. Rupanya, ada problem administrasi yang dialami Bueno Douglas.

Padahal, kami sudah persiapkan dia (Bueno) untuk main. Tapi tidak bisa. Jadi, kami harus pakai rencana B, ujar Ruhadi.

Artikel Asli