Di Podcast Anang, Wamendag Blak-blakan Pentingnya Bentuk Bursa Crypto

Nasional | rm.id | Published at Minggu, 09 Januari 2022 - 17:53
Di Podcast Anang, Wamendag Blak-blakan Pentingnya Bentuk Bursa Crypto

Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga blak-blakan soal pentingnya sikap yang tepat dalam perdagangan crypto di Indonesia.

Hal ini ditekankannya saat menjadi tamu podcast Ngobrol Asix milik Anang Hermansyah. Menurutnya, sikap yang tepat ini untuk memberikan kepastian usaha serta kepastian hukum bagi perlindungan investor dan konsumen crypto di Indonesia. Untuk itu, kata Jerry, bursa crypto merupakan sebuah keharusan untuk segera diwujudkan.

"Kata kuncinya adalah kepastian dan keamanan. Itu semua tugas Pemerintah. Artinya, sektor usaha apapun harus difasilitasi oleh Pemerintah agar setiap pelakunya mendapatkan keadilan dan perlindungan dalam bertransaksi," tegasnya, dikutip Minggu (9/1).

Mantan anggota DPR ini menyebut, pemerintah harus mewujudkan sistem pasar dan pengawasan yang baik terhadap pasar crypto tersebut.

Saat ini Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) telah mendata pedagang crypto yang telah melakukan aktivitas usahanya. Tercatat ada 11 calon pedagang resmi. Bappebti juga telah menerima beberapa pendaftar baru yang ingin tercatat sebagai pedagang crypto.

Menurutnya, dengan adanya bursa diharapkan bisa menciptakan sistem perdagangan yang menaungi dan mengatur pedagang-pedagang crypto.

Dengan begitu, perdagangan crypto bisa lebih terstruktur dan tersistematisasi sehingga mempermudah bagi upaya-upaya pencatatan, pengawasan, dan dalam mengharmonisasi dengan sektor lain.

"Salah satunya adalah kaitannya dengan urusan pajak. Kalau sudah tercatat kan mudah penghitungan dan pemungutan pajaknya. Ini juga akan memberikan pendapatan yang cukup besar bagi negara sehingga akan menunjang pembangunan di sektor lain," beber Jerry.

Selain sektor pajak, lanjutnya, keuntungan negara dengan dibukanya bursa crypto adalah dalam hal menjamin keamanan negara. Baik yang berkaitan dengan pencucian uang, pendanaan terorisme ataupun yang berhubungan dengan keamanan moneter dan fiskal Indonesia.

Sementara, dalam hal perlindungan konsumen yang juga menjadi bagian dari tugas utama Kementerian Perdagangan, ia berharap kasus-kasus pelanggaran yang merugikan konsumen seperti yang sudah terjadi di luar negeri bisa dicegah dengan adanya bursa.

Misalnya, ada yang melarikan dana nasabah hingga triliunan di luar negeri. Ada lagi token-token yang belum terverifikasi dan sebagainya.

"Ini jelas akan merugikan konsumen dan masyarakat yang bertransaksi crypto. Kami berharap hal itu bisa dicegah dan diminimalkan terjadi di Indonesia," harapnya.

Jerry meyakini, pembukaan bursa akan menjadi terobosan yang menguntungkan semua pihak. Dengan konsep ini, Indonesia juga akan menjadi negara pertama di dunia yang memberikan fasilitasi bagi pengembangan crypto melalui bursa.

Ini menunjukkan Indonesia membuka diri dengan fenomena industri finansial dan komoditi baru tetapi tetap berhati-hati dalam pengelolaannya. Berbeda dengan sikap negara-negara lain yang terbelah dalam dua kubu.

Kubu pertama, yang menolak crypto bahkan memberikan cap illegal. Sedangkan yang kedua justru kurang melakukan usaha bagi pengaturan dan perlindungan. Di mana posisi Indonesia? Kata Jerry, berada di tengah-tengah.

"Kami sadar bahwa crypto adalah masa depan dan terobosan yang tidak bisa kita hindari. Kemajuan teknologi telah menciptakan banyak hal-hal baru dan kita tidak seharusnya menolaknya, tapi mengakomodasinya dengan tetap mempertimbangkan keamanan bagi negara dan masyarakat," tandas Jerry. [KPJ]

Artikel Asli