P2G Apresiasi BSKAP Buka Ruang Dialog Soal Kurikulum Prototipe

Nasional | jawapos | Published at Minggu, 09 Januari 2022 - 18:05
P2G Apresiasi BSKAP Buka Ruang Dialog Soal Kurikulum Prototipe

JawaPos.com Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) mengundang akademisi, pegiat pendidikan, dan perwakilan organisasi guru dalam diskusi mengenai kebijakan Kurikulum Prototipe yang akan diterapkan pada tahun ajaran baru 2021/2022 mendatang.

Sebagaimana diketahui, secara nasional sekolah/madrasah di Indonesia sudah menggunakan Kurikulum 2013. Sementara itu karena pandemi, Kemdikbudristek membuat kebijakan Kurikulum Darurat sejak Agustus 2020 yang berisi penyederhanaan dan pemangkasan materi pelajaran, sehingga lebih adaptif di masa krisis dan tidak membebani siswa termasuk guru.

Dalam perkembangannya, Kemendikbudristek merencanakan disain Kurikulum Prototipe yang diterapkan secara opsional bagi sekolah-sekolah di Indonesia. Sebagai tahap awal, Kurikulum Prototipe mulai dipraktikkan sejak Juli 2021 terhadap 2.500 sekolah, yang kemudian dikenal sebagai Program Sekolah Penggerak.

Tujuan utama Kurikulum Prototipe ini adalah memperbaiki kualitas pembelajaran dan hasil belajar peserta didik, termasuk di dalamnya pemulihan pendidilkan yang mengalami distraksi karena pandemi. Paradigma Merdeka Belajar menjadi spirit dalam pengembangan kurikulum nasional tersebut.

Atas pembahasan tersebut, Koordinator Nasinal Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) Satriwan Salim menyampaikan bahwa sangat mengapresasi hal tersebut. Sebab, mendapat wadah untuk memberikan masukan dan kritik yang mendukung bagi Kurikulum Prototipe.

Kami P2G sangat apresiasi forum penting ini. Mas Nino selaku Kepala BSKAP membuka ruang bagi kami pegiat pendidikan, organisasi guru, para guru yang berada di level pelaksana kebijakan kurikulum, memberikan masukan, kritik, saran. Menjadi energi positif, bersama memperbaiki ekosistem pendidikan nasional, ungkap dia dikutip, Minggu (9/1).

Guru SMA ini melanjutkan, dibukanya ruang komunikasi antara pejabat Kemendikbudristek dengan pegiat pendidikan terlebih organisasi guru, akan menciptakan transparansi, sinergitas dan gotong-rotong dalam memulihkan pendidikan pasca pandemi, terkhusus bagaimana Kurikulum Prototipe yang akan dilaksanakan ke depan.

Mas Nino menyimak betul semua yang kami utarakan, beliau mencatatnya. Evaluasi, kritik, dan masukan bagaimana program Sekolah Penggerak enam bulan dijalankan, apa kendalanya. Termasuk antisipasi tantangan implementasi Kurikulum Prototipe nanti. Ruang dialog terbuka begini hendaknya dirawat terus. Dan Mas Nino sudah memulainya, lanjut Satriwan.

BSKAP juga berkomitmen akan melanjutkan forum dialog dengan pemangku kepentingan di bidang kurikulum, agar informasi kurikulum yang diberikan betul-betul utuh dan responsif terhadap kondisi ril di lapangan. Sehingga perubahan kebijakan pendidikan lebih tersampaikan, terlepas nantinya pasti akan ada pro atau kontra.

Tentu sebagai konsekuensi logis negara demokrasi. Dan setiap masukan, kritik, saran terhadap Kurikulum Prototipe sama-sama berharganya, demi perbaikan pendidikan nasional, tandasnya.

Turut hadir dalam Diskusi Terpumpun, antara lain Imam Prasodjo (UI), Haidar Bagir (Cendekiawan Muslim), Iwan Pranoto (ITB), Cecep Darmawan (UPI), Anita Lie, Inggriani Liem, Satria Dharma, Satriwan Salim (P2G), Danang Hidayatullah (IGI), Heru Purnomo (FSGI), Bukik Setiawan (YGB) dan beberapa pegiat pendidikan lainnya.

Artikel Asli