Fasad American Style tanpa Wood Plank

Nasional | jawapos | Published at Minggu, 09 Januari 2022 - 17:18
Fasad American Style tanpa Wood Plank

Warna monokrom tak hanya cocok dikawinkan dengan konsep industrial, tapi juga bisa diterapkan untuk American classic style yang menonjolkan kesan mewah nan elegan. Misalnya, rumah Fauzah Fitria Rohani di kawasan Tangerang Selatan berikut.

PADA dasarnya, Fauzah lebih menyukai dinding rumah yang putih bersih. Putih itu memberikan kesan clean , tutur perempuan yang akrab disapa Ucu tersebut. Dia terinspirasi dengan rumah-rumah di Amerika yang mengandalkan banyak tone warna lembut dan monokrom. Ide itu disampaikannya kepada Alex Sembiring, principal architect firma arsitektur Agata Architects.

Alex kemudian berinisiatif membuat warna putih itu tidak monoton. Yakni, membuat tekstur bergaris pada fasad. Dinding fasad dibikin berkarakter dan menjadi identitas, seolah-olah terbuat dari kayu, padahal prosesnya manual, terangnya kepada Jawa Pos pada Rabu (5/1) lalu.

Rumah-rumah tradisional Amerika memiliki ciri khas penggunaan material kayu pada struktur dan fasad. Namun, Alex tidak benar-benar membuat rumah itu dari kayu. Dinding rumah tetap terbuat dari batu bata. Hanya, tekstur yang terlihat pada fasad itu didapat dengan membuatnya secara manual dengan material semen. Kemudian, dilapisi dengan cat putih untuk mempercantik. Hasilnya, fasad rumah tersebut seolah-olah terbuat dari wood plank, padahal tidak.

Ciri khas American style lain yang tampak pada rumah ini adalah adanya atap yang berwarna hitam. Begitu juga dengan frame jendela yang menyesuaikan. Rumah ini memiliki banyak bukaan yang menghadap langsung ke depan. Bukan hanya pada lantai 1, melainkan juga jendela di lantai 2. Dengan demikian, fasadnya tidak hanya berupa dinding solid yang polos.

(Foto: Agata Architects via Fauzah Fitria Rohani)

Alex menuturkan, rumah itu menghadap timur. Dampak sinar matahari tidak perlu terlalu dikhawatirkan. Jendela di lantai 2 yang merupakan jendela kamar-kamar dihadapkan ke depan untuk mempermudah sirkulasi mengingat rumah dikelilingi bangunan rumah tetangga.

Jendela depan dibuat cukup lebar dan tinggi supaya sirkulasi udara dan cahayanya cukup, terangnya. Sirkulasi udara pada keseluruhan rumah dibantu dengan adanya halaman kecil di belakang yang terhubung dengan sliding door. Halaman kecil itu memiliki void yang terhubung dengan lantai 2.

Kemudian, untuk menyesuaikan tema hitam putih pada fasad, pagar pun dibuat berwarna hitam. Pagar terbagi menjadi dua, yakni untuk area carport dan penutup halaman. Untuk mempermudah keluar masuk penghuni, terang Alex. Pagar pada carport yang bisa digeser menggunakan material perforated metal. Sementara itu, pada sisi pagar lainnya, Alex memilih material bata tempel yang disusun berongga untuk memaksimalkan sirkulasi udara.

(Foto: Agata Architects via Fauzah Fitria Rohani)

HIGHLIGHTS

LANTAI PEMBATAS

Foto: Agata Architects via Fauzah Fitria Rohani

Rumah tersebut dibuat dengan konsep open plan pada lantai 1. Dengan demikian, tidak ada sekat yang memisahkan antar ruangan. Area keluarga, ruang makan, dan pantry saling terhubung. Khusus untuk area dapur, lantai dibuat dari granit berbentuk geometri, berbeda dengan lantai kayu pada area lain. Batas antara lantai geometri dan granit menjadi spot favorit Ucu.

DAPUR

(Foto: Agata Architects via Fauzah Fitria Rohani)

Awalnya, Ucu menginginkan dapur dengan dominasi warna kuning seperti milik Carrie Bradshaw dalam serial Sex and the City (1998). Namun, warna itu tidak cocok dengan konsep monokrom pada rumah. Akhirnya, dipilihlah warna hijau keabu-abuan untuk yang memberikan sentuhan feminin pada dapur meski keseluruhan rumah terkesan maskulin.

DINING SET CUSTOM

(Foto: Agata Architects via Fauzah Fitria Rohani)

Area makan juga menjadi spot favorit Ucu sekeluarga. Ucu memesan set meja makan lengkap dengan enam kursi secara custom langsung dari Jepara. Materialnya adalah kayu jati solid. Dengan demikian, cocok dengan lantai kayu yang diusung rumah tersebut.

Artikel Asli