Survei Indikator: TNI Institusi Paling Dipercaya Rakyat

Nasional | sindonews | Published at Minggu, 09 Januari 2022 - 16:33
Survei Indikator: TNI Institusi Paling Dipercaya Rakyat

JAKARTA - Hasil survei Indikator Politik Indonesia menempatkan posisi Tentara Nasional Indonesia (TNI) sebagai institusi paling dipercayai rakyat. Adapun Presiden dan Polri berada di posisi kedua dan ketiga.

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi mengatakan TNI menempati urutan teratas survei miliknya. Sebanyak 27% responden mengaku sangat memercayai institusi ini. Lalu sebanyak 65% responden merasa cukup percaya dengan institusi yang saat ini dikomandoi Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa. Hanya 6% mengaku tak memercayai TNI.

"Paling tinggi dipegang oleh TNI," ujar Burhanuddin saat memaparkan hasil surveinya, Minggu (9/1/2022).

Sementara itu institusi Presiden menempati posisi kedua di bawah TNI. Sebanyak 20% mengaku sangat percaya dengan institusi Presiden dan 62% cukup percaya.

Di bawah institusi Presiden bertengger Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dengan 14% responden merasa sangat percaya dan 60% cukup percaya.

Selanjutnya institusi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berada di bawah Polri dengan 14% responden sangat percaya dan 58% cukup percaya.

Di bawah KPK secara berurutan diisi oleh Mahkamah Agung (MA), Mahkamah Konstitusi (MK), Pengadilan, Kejaksaan, MPR, DPR, DPD, dan di urutan paling buncit yakni partai politik.

Populasi survei ini adalah seluruh warga negara Indonesia (WNI) yang mempunyai hak pilih di pemilihan umum yakni yang sudah berumur 17 tahun atau lebih.

Penarikan sampel menggunakan metode multistage random sampling. Total sampel 2.020 responden dengan jumlah sampel basis sebanyak 1.220 orang yang tersebar proporsional di 34 provinsi serta dilakukan penambahan sebanyak 800 responden di Jawa Timur.

Tingkat toleransi kesalahan (margin of error) sekitar kurang lebih 2,9% pada tingkat kepercayaan 95%. Responden terpilih diwawancarai lewat tatap muka oleh pewawancara. Quality control terhadap hasil wawancara dilakukan secara random sebesar 20% dari total sampel.

Artikel Asli