Dosen Unesa Diduga Lakukan Pelecehan Seksual kepada Mahasiswi

Nasional | jawapos | Published at Minggu, 09 Januari 2022 - 16:45
Dosen Unesa Diduga Lakukan Pelecehan Seksual kepada Mahasiswi

JawaPos.com Isu pelecehan seksual muncul di Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Berdasar sumber yang diterima tim JawaPos.com , terdapat 5 orang korban dari berbagai fakultas yang dilecehkan dosen dari Jurusan Hukum, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Unesa.

Kabar itu dikonfirmasi Humas Unesa Vinda Maya. Dia mengatakan, saat ini, pihaknya masih melakukan pendalaman kasus. ''Kasus ini sedang diusut tim jurusan hukum, kata Vinda ketika dihubungi pada Minggu (9/1).

Pengusutan itu dilakukan dengan mengumpulkan bukti yang menguatkan kabar tersebut. Vinda memastikan investigasi terus dilakukan untuk memastikan dugaan tindakan kekerasan seksual tersebut.

''Ini kami menunggu hasil usut secara menyeluruh dari tim hukum. Yang jelas, ini sedang diusut tuntas. Agar kita bisa tahu kejadian jelasnya bagaimana,'' papar Vinda.

Sebelumnya, akun Instagram @dear_unesacatcallers mengunggah kronologi pelecehan seksual yang menimpa korban A. Dosen berinisial H disebut sebagai pelaku.

Dan dari penelusuran, pelaku juga melakukan panggilan video kepada mahasiswi (korban) lain tapi masih dari jurusan yang sama. Permasalahannya, pelaku melakukan panggilan video tanpa mengenakan pakaian atas , tulis akun itu pada Jumat (6/1).

Kemudian, korban mengangkat panggilan video dari pelaku ada relasi kuasa dosen dan mahasiswa. Hal inilah yang sering dimanfaatkan oleh orang yang memiliki kuasa lebih atas korbannya untuk melakukan kekerasan seksual , tulis aku itu lagi.

Kronologi pelecehan seksual yang terjadi disebut akun tersebut saat bimbingan skripsi di sebuah ruangan di lantai 2 gedung K1 (eks pascasarjana). Awal 2020, Gedung itu dipakai sebagai gedung jurusan hukum.

Di sana hanya ada korban A sebagai korban 1 dan H. Karena memang hari sudah sore, seperti pada umumnya, mahasiswa sering menunggu waktu senggang dosen untuk bimbingan skripsinya, papar akun Instagram @dear_unesacatcallers .

Bimbingan berjalan seperti biasa dengan diskusi dan tanya jawab. Tetapi nampaknya H memanfaatkan situasi kelas yang sepi untuk melancarkan aksinya.

H mulai mendekat kepada korban A dan ketika jarak makin dekat, H berkata pada korban, Kamu cantik , beber akun tersebut.

Kemudian, tidak lama setelah berkata demikian, H mencium A. Sejak kejadian itu, A selalu merasa ketakutan jika bimbingan skripsi. Padahal dia harus menyelesaikan revisi skripsi sebelum tanggal terakhir SPK atau surat penetapan kelulusan.

Tidak berhenti di situ, H juga sering berusaha menelepon A melalui panggilan video WhatsApp. Dengan sekuat hati, A selalu mengabaikan panggilan tersebut , tulis akun Instagram @dear_unesacatcallers .

Posisi korban A merasa takut dan bingung. Di satu sisi dia harus segera menyelesaikan studinya. Di sisi lain, dia takut jika harus bertemu H karena khawatir H akan berbuat lebih. Juga perasaan malu terhadap dosen dan teman-temannya atas musibah yang menimpanya.

Humas Unesa Vinda Maya menegaskan, pihaknya akan mengusut tuntas kasus tersebut. Ini sedang diusut tuntas. Agar kita bisa tahu kejadian jelasnya bagaimana, ucap Vinda

Artikel Asli