AS Darurat Omicron, Angka Rawat Inap Balita Naik, Sekolah Ditutup Lagi

Nasional | jawapos | Published at Minggu, 09 Januari 2022 - 13:11
AS Darurat Omicron, Angka Rawat Inap Balita Naik, Sekolah Ditutup Lagi

JawaPos.com Jangan remehkan varian Covid-19 Omicron dan menganggapnya lebih ringan dari Delta. Amerika Serikat dalam sehari mencatat 1 juta kasus Omicron dengan sebanyak 123 ribu kasus rawat inap. Mirisnya, angka rawat inap pada anak-anak usia 4 tahun atau balita juga naik.

Tingkat rawat inap di antara anak-anak usia 4 tahun mencapai tingkat tertinggi karena varian Omicron menyebar. Ini terjadi karena bayi dan balita tetap tidak memenuhi syarat untuk divaksinasi, kata Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit CDC, dr. Rochelle Walensky seperti dilansir dari USA Today , Minggu (9/1).

Meskipun tingkat rawat inap di antara anak-anak tetap lebih rendah dibandingkan dengan banyak orang Amerika yang lebih tua, data dari CDC menunjukkan 4,3 per 100.000 anak berusia 4 tahun dan lebih muda dirawat di rumah sakit.

Anak-anak usia 5 hingga 17 tahun memiliki tingkat rawat inap 1,1 , sedangkan orang dewasa berusia 18 hingga 49 tahun memiliki tingkat 4,2. Tingkat di antara orang 65 dan lebih tua adalah 14,7 per 100.000, menurut data CDC.

Walensky mengatakan, badan tersebut masih menyelidiki berapa banyak rawat inap anak-anak secara keseluruhan. Musim dingin adalah waktu yang sibuk untuk rawat inap anak-anak karena virus pernapasan lainnya, karena pasca liburan, tambah Walensky.

Food and Drug Administration (FDA) pada hari Jumat mengatakan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan dosis pertama vaksin Moderna Covid-19 dan dosis booster ketiga dapat dipersingkat menjadi lima bulan. Perubahan serupa diumumkan untuk vaksin Pfizer awal pekan ini.

Sementara itu, sekolah di Chicago ditutup lagi untuk hari ketiga karena khawatir keselamatan siswa atas penularan Covid-19. Hanya beberapa sekolah yang masih menggelar tatap muka itupun terbatas.

Di New Hampshire, kasus juga telah meningkat tajam dalam minggu terakhir setelah tiga minggu mengalami penurunan yang stabil. Jumlah kasus baru per hari sekarang hampir dua kali lipat dari puncak gelombang pertama pada akhir 2020.

Artikel Asli