10 Karakter Wasathiyah Menurut Ijtihad MUI

Nasional | republika | Published at Minggu, 09 Januari 2022 - 13:01
10 Karakter Wasathiyah Menurut Ijtihad MUI

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Wadah Silaturohim Indonesia (WASATHI) Gelar Pendidikan Khatib Wasathi di Gedung Majelis Ulama Indonesia Pusat, Sabtu (8/1/2022).

Ketua Komisi Dakwah MUI KH Ahmad Zubaidi mengatakan pelaksanaan pendidikan khatib washati ini bertujuan untuk mengkader khatib agar berwawaaan wasathiyah. "Berwawasan wasathiyah berarti berwawasan moderat, tidak cenderung ke kanan atau ke kiri apalagi ekstrim kanan atau ekstrim kiri,"ujar dia kepada Republika , Ahad (9/1/2022).

Standar wasathiyah yang digunakan adalah sesuai dengan ijtihad MUI tentang Islam Wasathiyah yang didalamnya terdapat 10 karakteristik. Kesepuluh karakteristik ini yang nantinya ditanamkan kepada khatib di Indonesia.

Prinsip Islam Wasathiyah tersebut diantaranya, pertama, tawassuth (mengambil jalan tengah), yaitu pemahaman dan pengamalan yang tidak ifrath (berlebih-lebihan dalam beragama) dan tafrith (mengurangi ajaran agama). Kedua, tawazun (berkeseimbangan), yaitu pemahaman dan pengamalan agama secara seimbang yang meliputi semua aspek kehidupan, baik duniawi maupun ukhrawi, tegas dalam menyatakan prinsip yang dapat membedakan antara inhiraf (penyimpangan) dan ikhtilaf (perbedaan).

Ketiga, itidal (lurus dan tegas), yaitu menempatkan sesuatu pada tempatnya dan melaksanakan hak dan memenuhi kewajiban secara proporsional. Keempat, tasamuh (toleransi), yaitu mengakui dan menghormati perbedaan, baik dalam aspek keagamaan dan berbagai aspek kehidupan lainnya.

Kelima, musawah (egaliter), yaitu tidak bersikap diskriminatif pada yang lain disebabkan perbedaan keyakinan, tradisi dan asal usul seseorang. Keenam, prinsip syura (musyawarah), yaitu setiap persoalan diselesaikan dengan jalan musyawarah untuk mencapai mufakat dengan prinsip menempatkan kemaslahatan di atas segalanya.

Artikel Asli