Presidensi G20, Upaya Indonesia Wujudkan Pemulihan Ekonomi Berkelanjutan

Nasional | jatimtimes.com | Published at Minggu, 09 Januari 2022 - 12:28
Presidensi G20, Upaya Indonesia Wujudkan Pemulihan Ekonomi Berkelanjutan

JATIMTIMES - HLTF-EI Lead Indonesia Rizal Affandi Lukman, Deputy Secretary-General for ASEAN Economic Community (AEC) dan Co-Sherpa G20 Edi Prio Pambudi melakukan pertemuan pada Kamis (6/1/2022) lalu. Pertemuan tersebut untuk merumuskan berbagai langkah bersama dalam rangka sinergi dan kolaborasi antara G20 dan ASEAN.

Hal tersebut juga menjadi tindak lanjut atas momen penting bagi The Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) di 2022 ini. Di mana 3 (tiga) forum kerja sama ekonomi internasional besar dipimpin oleh negara anggota ASEAN, yakni Indonesia menjadi Presidensi G20, Kamboja menjadi Ketua ASEAN, dan Thailand menjadi Ketua Asia Pacific Economic Cooperation (APEC).

Selain menjadi Presidensi G20, saat ini Indonesia juga menjadi Ketua Forum Highl Level Task Force on Economic Integration (HLTF-EI) dan juga akan melanjutkan kepemimpinan di Forum ASEAN pada 2023.

Kepercayaan yang diberikan oleh negara-negara anggota ASEAN untuk memegang tampuk kepemimpinan HLTF-EI tahun ini harus bisa dimanfaatkan oleh Indonesia secara maksimal. Untuk itu, Indonesia perlu mempersiapkan secara matang dan memainkan peran penting ini, ungkap Rizal Affandi Lukman, Staf Khusus Menko Perekonomian selaku HLTF-EI Lead Indonesia.

Co-Sherpa G20 Edi Prio Pambudi menyatakan pemulihan ekonomi harus merata dirasakan oleh seluruh negara. Hal tersebut, juga berkaitan dengan pemulihan pandemi Covid-19 yang menjadi prioritas utama G20 dan ASEAN. Dan juga selaras dengan tema Presidensi G20 tahun ini yaitu, Recover Together, Recover Stronger.

Sinergi dan kolaborasi dari berbagai forum internasional seperti G20 dan ASEAN menjadi semakin penting. Terlebih dalam mengakselerasi program vaksinasi, mewujudkan kelancaran perjalanan dan upaya mitigasi datangnya pandemi di masa depan.

Selain itu, sebagai kawasan paling dinamis di dunia, ASEAN harus dapat merespons berbagai perubahan dan emerging issues dengan baik. Untuk itu, ASEAN terus mendukung upaya transformasi digital di Kawasan, salah satunya melalui ASEAN Agreement on E-commerce.

Ke depannya, ASEAN berkomitmen untuk memperluas dan memperdalam cakupan kerja sama di bidang ekonomi digital melalui Digital Economy Framework Agreement yang diharapkan mulai dirundingkan pada tahun 2025.

Sementara sebagai tindak lanjut dari endorsement Leaders terhadap Consolidated Strategy on the Fourth Industrial Revolution for ASEAN pada KTT ASEAN ke-38 dan 39 di Oktober 2021 lalu, ASEAN harus dapat menindaklanjuti amanat Leaders ke dalam rencana implementasi konkret revolusi industri di ASEAN yang dapat diterapkan oleh negara anggota ASEAN yang memperhatikan transisi penggunaan energi konvensional ke energi terbarukan oleh industri.

Ekonomi Sirkular dan pembangunan berkelanjutan juga menjadi emerging issues yang telah diantisipasi ASEAN dengan penyusunan Circular Economy Framework for ASEAN Economy Community. Diseminasi informasi kepada pelaku industri dan masyarakat umum menjadi kunci implementasi Framework yang telah diadopsi.

Dalam pertemuan tersebut, hal lain yang juga dibahas adalah implementasi rekomendasi Mid-Term Review ASEAN Economic Community Blueprint 2025 dan persiapan penyusunan ASEAN Community Post-2025 Vision yang akan menjadi panduan utama integrasi Kawasan ASEAN di masa depan.

Terhadap berbagai inisiatif yang dilakukan Indonesia, DSG Satvinder Singh menyampaikan dukungan terhadap peran strategis Indonesia sebagai Presidensi G20 di tahun 2022 dan Ketua ASEAN di tahun 2023.

Artikel Asli