Pemantauan PTM Terbatas Dilakukan Dengan Pemanfaatan Teknologi

Nasional | jawapos | Published at Minggu, 09 Januari 2022 - 11:18
Pemantauan PTM Terbatas Dilakukan Dengan Pemanfaatan Teknologi

JawaPos.com Penyesuaian Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri mengenai penyelenggaraan pembelajaran di masa pandemi Covid-19 sudah diterbitkan pada 21 Desember 2021. Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Ristek dan Teknologi (Sekjen Kemendikbudristek), Suharti mengatakan bahwa dalam pelaksanaannya, pemerintah mendorong satuan pendidikan untuk menggunakan teknologi digital agar bisa memantau perkembangan pandemi di masing-masing satuan pendidikan.

Salah satu contohnya adalah diadakannya QR code di masing-masing sekolah untuk memantau adanya penyebaran virus di sekolah. Dengan menggunakan teknologi digital, akan mempercepat kita menindaklanjuti jika ditemukan kasus Covid-19, kata dia dikutip, Minggu (9/1).

Satuan pendidikan harus menggunakan teknologi untuk pemantauan dan evaluasi pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas yang terintegrasi data pokok pendidikan (Dapodik) dan EMIS (sistem data informasi pendidikan dari Kementerian Agama) dengan PeduliLindungi. Pemantauan tingkat kepatuhan protokol kesehatan Covid-19 di satuan pendidikan juga harus terintegrasi dengan aplikasi Bersatu Lawan Covid.

Selain itu, satuan pendidikan juga harus melakukan verifikasi nomor WhatsApp penanggung jawab satuan pendidikan pada laman https://sekolahaman.kemkes.go.id/ atau https://madrasahaman.kemkes.go.id/ dan memasang QR Code aplikasi PeduliLindungi di area masuk dan keluar satuan pendidikan.

Adapun, penggunaan teknologi untuk pemantauan dan evaluasi PTM terbatas dilakukan dengan tiga upaya. Pertama, integrasi Dapodik/EMIS dengan PeduliLindungi.

Kedua, integrasi dengan aplikasi Bersatu Lawan Covid untuk pemantauan tingkat kepatuhan protokol kesehatan Covid-19 di satuan pendidikan. Ketiga, evaluasi dan validasi PTM terbatas berdasarkan data daftar periksa, vaksin, kasus Covid-19 dan kepatuhan prokes, tutur Suharti

Integrasi Dapodik/EMIS dengan PeduliLindungi dilakukan dengan tiga bentuk, yaitu notifikasi status kondisi sekolah melalui WhatsApp kepada penanggung jawab sekolah dan daerah, melihat status kondisi sekolah pada laman https://sekolahaman.kemkes.go.id/ dan https://madrasahaman.kemkes.go.id/ dan penggunaan QR Code PeduliLindungi untuk pengunjung dan tamu.

Artikel Asli