Jamaah Umrah ke Tanah Suci dengan One Gate Policy, Apa Maksudnya?

Nasional | radartegal | Published at Minggu, 09 Januari 2022 - 11:10
Jamaah Umrah ke Tanah Suci dengan One Gate Policy, Apa Maksudnya?

Kementerian Agama (Kemenag) akhirnya memberangkatkan sebanyak 419 jamaah umrah perdana ke Tanah Suci sejak pandemi Covid-19.

Hanya saja untuk pemberangkatan kali ini dilakukan dengan menerapkan sistem one gate policy. Para penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU) pun diminta mematuhi kebijakan tersebut.

Lalu apakah one gate policy tersebut?

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag, Hilman Latief, menjelaskan, one gate policy atau kebijakan satu pintu merupakan aturan pemberangkatan terpusat yang ditetapkan Kemenag.

Aturan itu menetapkan seluruh jemaah umrah berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta dan menjalani karantina di Jakarta. Kebijakan tersebut juga mengatur tentang pemeriksaan kesehatan, tes PCR/Swab, pengecekan status vaksinasi, keimigrasian, hingga pengurusan dokumen lainnya.

"Intinya untuk melindungi jemaah, memberikan proteksi dengan maksimal, serta memastikan jemaah dalam kondisi siap dengan dokumen yang valid dan terjaga," kata Hilman saat melepas pemberangkatan umroh perdana di Asrama Haji Pondok Gede, Sabtu (8/1).

Hilman pun meminta para penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU) mematuhi peraturan yang ditetapkan Kemenag itu. Terlebih dalam perjalanan ibadah umrah, peran Kemenag ada pada fungsi fasilitasi dan koordinasi.

Menurut Hilman, pemberangkatan perdana jemaah umrah sejumlah 419 orang, Sabtu (8/1) lalu, telah mengikuti prosedur One Gate Policy. Dengan demikian, kepatuhan terhadap protokol kesehatan baik di Indonesia dan Arab Saudi dapat dipantau dengan baik.

"Karena umrah perdana di tahun ini, bisa menjadi penentu untuk umrah ke depan, bahkan untuk penyelenggaraan haji 2022," terang Hilman.

Keberangkatan ratusan jemaah umrah kali ini pun diharapkan berjalan lancar. Dengan demikian, pemberangkatan berikutnya bisa segera dilakukan. Terlebih pemberangkatan jemaah kali ini merupakan penantian panjang setelah tertunda berkali-kali.

"Ada puluhan ribu jemaah umrah yang tersebar di seluruh Indonesia yang masih tertunda keberangkatannya," pungkasnya. (jpnn/sul)

Artikel Asli