Desa di NTT Disambar Petir Berkali-kali, Seorang Tewas, Alat Elektronik Rusak, dan Jaringan Listrik Terganggu

Nasional | radartegal | Published at Minggu, 09 Januari 2022 - 08:55
Desa di NTT Disambar Petir Berkali-kali, Seorang Tewas, Alat Elektronik Rusak, dan Jaringan Listrik Terganggu

Desa Oebelo di Kabupaten Timor Tengah Selatan, Pulau Timor, Jumat (7/1) malam lalu, disambarpetir yang berkali-kali. Akibatnya, petaka itu seorang tewas dan beberapa lainnya luka-luka.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mecatat, selain korban tewas dan terluka, sambaran petir juga menyebabkan kerusakan peralatan elektronik. Bahkan jaringan listrik di desa itu juga terkena imbasnya.

Korban tewas adalah Delfina (24). Saat petir menyambar, diasedang menggunakan ponsel sambi dichargedi dalam rumahnya. Meski tersambar petir, korban tidak langsung tewas di tempat, tetapi sempat keluar rumah.

Tidak lama kemudian, korban langsung jatuh dan meninggal dunia di rumahnya. Jumat (7/1) malam kami langsung berkoordinasi dengan BPBD Timor Tengah Selatan terkait peristiwa itu, ujar Kepala BPBD Provinsi NTT Ambrosius Kodo.

Selain korban tewas, BPBD NTT melaporkan sambaran petir mengakibatkan beberapa warga di kawasan tersebut ikut terluka.

Hal ini terjadi setelah petir menyambar rumah warga yang lain. Laporan terbaru, ada tiga warga lainnya juga tersambar petir dan telah dilarikan ke puskesmas untuk mendapat penanganan secara medis.

Selain korban jiwa dan luka-luka, lanjut dia, sambaran petir itu juga mengakibatkan kerusakan peralatan elektronik di rumah warga maupun jaringan listrik di daerah itu.

BPBD NTT mengimbau warga agar meningkatkan kewaspadaan di tengah ancaman cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai sambaran petir untuk guna meminimalisir dampak kerugian yang ditimbulkan.

BPBD NTT meminta warga agar tidak mengoperasikan peralatan elektronik yang rawan terkena sambaran petir.

"Selain itu tidak beraktivitas di luar rumah ataupun mengendarai kendaraan terutama sepeda motor jika tidak ada keperluan yang sangat mendesak," papar Ambrosius Kodo. (antara/zul)

Artikel Asli