Pemerintah Wujudkan Pemulihan Ekonomi Berkelanjutan

Nasional | radartegal | Published at Minggu, 09 Januari 2022 - 08:10
Pemerintah Wujudkan Pemulihan Ekonomi Berkelanjutan

Tahun 2022 merupakan tahun penting bagiThe Association of Southeast Asian Nations(ASEAN). Di mana tigaforum kerja sama ekonomi internasional besar dipimpin oleh negara anggota ASEAN.

Antara lain Indonesia menjadi Presidensi G20, Kamboja menjadi Ketua ASEAN, dan Thailand menjadi KetuaAsia Pacific Economic Cooperation(APEC). Selain menjadi Presidensi G20, saat ini Indonesia juga menjadi Ketua ForumHighl Level Task Force on Economic Integration(HLTF-EI) dan juga akan melanjutkan kepemimpinan di Forum ASEAN pada tahun 2023.

Atas peran penting dan strategis ini, Kamis (6/1), telah dilakukan pertemuan antaraCo-Sherpa G20Edi Prio Pambudi,HLTF-EI LeadIndonesia Rizal Affandi Lukman, danDeputy Secretary-General for ASEAN Economic Community(AEC) Satvinder Singh guna merumuskan berbagai langkah bersama dalam rangka sinergi dan kolaborasi antara G20 dan ASEAN.

Untuk itu, Indonesia perlu mempersiapkan secara matang dan memainkan peran penting ini, ungkap Rizal Affandi Lukman, Staf Khusus Menko Perekonomian selakuHLTF-EI LeadIndonesia.

Berkaitan dengan pemulihan pandemi Covid-19 sebagai prioritas utama G20 dan ASEAN,Co-Sherpa G20Edi Prio Pambudi menyatakan pemulihan ekonomi harus merata dirasakan oleh seluruh negara di Kawasan, sejalan dengan tema Presidensi G20 tahun iniRecover Together, Recover Stronger.

Sinergi dan kolaborasi dari berbagai forum internasional seperti G20 dan ASEAN menjadi semakin penting, terlebih dalam mengakselerasi program vaksinasi, mewujudkan kelancaran perjalanan dan upaya mitigasi datangnya pandemi di masa depan.

Sebagai Kawasan paling dinamis di dunia, ASEAN harus dapat merespon berbagai perubahan danemerging issuesdengan baik. Untuk itu, ASEAN terus mendukung upaya transformasi digital di kawasan, salah satunya melaluiASEAN Agreement on E-commerce.

Ke depannya, ASEAN berkomitmen untuk memperluas dan memperdalam cakupan kerja sama di bidang ekonomi digital melaluiDigital Economy Framework Agreementyang diharapkan mulai dirundingkan pada tahun 2025.

Selain itu, sebagai tindak lanjut dariendorsement leaders terhadap Consolidated Strategy on the Fourth Industrial Revolution for ASEANpada KTT ASEAN ke-38 dan 39 di bulan Oktober 2021, ASEAN harus dapat menindaklanjuti amanatleaderske dalam rencana implementasi konkret revolusi industri di ASEAN yang dapat diterapkan oleh negara anggota ASEAN yang memperhatikan transisi penggunaan energi konvensional ke energi terbarukan oleh industri.

Ekonomi Sirkular dan pembangunan berkelanjutan juga menjadi emerging issues yang telah diantisipasi ASEAN dengan penyusunanCircular Economy Framework for ASEAN Economy Community. Diseminasi informasi kepada pelaku industri dan masyarakat umum menjadi kunci implementasiFrameworkyang telah diadopsi.

Pertemuan juga membahas implementasi rekomendasiMid-Term Review ASEAN Economic Community Blueprint2025 dan persiapan penyusunanASEAN Community Post-2025 Visionyang akan menjadi panduan utama integrasi Kawasan ASEAN di masa depan.

Terhadap berbagai inisiatif yang dilakukan Indonesia, DSG Satvinder Singh menyampaikan dukungan terhadap peran strategis Indonesia sebagai Presidensi G20 di tahun 2022 dan Ketua ASEAN di tahun 2023. (*/zul)

Artikel Asli